KUTAI TIMUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur terus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan melalui berbagai pelatihan berkelanjutan. Pelatihan dilakukan untuk semua bidang kesehatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarmo.SKM.M.AP, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas SDM dilakukan secara berkala tergantung pada bidang masing-masing. Hal ini penting karena ilmu kesehatan terus berkembang.
“Peningkatan kapasitas tergantung bidang. Untuk HIV kita juga baru melakukan pelatihan yang dibagi menjadi tiga tahap, pesertanya adalah, dokter, perawat, dan analis untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV karena ilmu berkembang terus,” ujar Sumarmo.SKM.M.AP, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya untuk HIV, tetapi juga untuk berbagai penyakit dan program kesehatan lainnya. Untuk hepatitis, baru saja dilakukan pelatihan yang diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai Puskesmas dan rumah sakit.
“Untuk hepatitis juga kita baru melakukan pelatihan. Selain itu juga terkait pencegahan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak. Jadi memang untuk pelatihan itu kita semua bidang,” tambahnya.
Salah satu pelatihan yang telah dilakukan adalah pelatihan USG dan EKG untuk dokter umum di seluruh Puskesmas. Pelatihan ini dilakukan oleh dr. Sandri.Spog dengan tujuan agar ibu hamil tidak perlu lagi dirujuk ke dokter spesialis untuk pemeriksaan USG rutin.
“Dokter kita latih USG-nya sama dokter Sandri kemarin. Jadi setiap dokter sudah dilatih,” jelasnya.
Selain itu, pelatihan juga diberikan untuk program imunisasi yang mengalami penambahan jenis vaksin. Jika sebelumnya hanya 12 jenis imunisasi, kini sudah bertambah menjadi 14 jenis imunisasi yang harus diberikan kepada masyarakat.
“Imunisasi itu juga kita latih semua karena memang penambahan imunisasi juga dari dulu sekarang jadi 14, yang dulu cuma 12. Jadi memang untuk SDM kita tingkatkan terus,” ungkapnya.
Sumarmo.SKM.M.AP menegaskan bahwa pelatihan dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelatihan-pelatihan ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai tingkatan, mulai dari Puskesmas Pembantu, Puskesmas Induk, hingga Rumah Sakit. Dengan demikian, seluruh tenaga kesehatan di Kutai Timur memiliki standar kompetensi yang sama.
“Kita pastikan semua tenaga kesehatan mendapat pelatihan sesuai bidangnya masing-masing agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” tegasnya.
Dinkes Kutim berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas SDM kesehatan melalui pelatihan-pelatihan berkelanjutan agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat Kutai Timur. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

