KUTAI TIMUR – Akses pendidikan di Kecamatan Muara Bengkal terus mengalami perbaikan dengan tersedianya fasilitas pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA secara gratis. Kepala Desa Benua Baru, Ahmad Benny, mengungkapkan bahwa meski fasilitas sudah tersedia, masih diperlukan penambahan ruang kelas dan tenaga pendidik.

“Pendidikan sampai SMA gratis di sana. Setiap desa memiliki satu SD, bahkan sebelum SD ada PAUD,” ungkap Benny, Senin (17/11/2025).

Di Desa Benua Baru sendiri terdapat satu PAUD, dua SD (SD 004 dan SD 007), satu MTS, dan satu SMP di tingkat kecamatan. Namun, dengan jumlah penduduk yang paling banyak di kecamatan tersebut, Benny menargetkan pembentukan satu PAUD tambahan pada tahun depan.

“Tidak mungkin hanya menyediakan satu PAUD. Tahun depan target saya, setelah berkoordinasi dengan yayasan, akan membentuk satu PAUD lagi,” jelasnya.

Untuk tingkat SMP, kondisinya masih cukup karena terdapat tiga sekolah di Kecamatan Muara Bengkal, yakni satu di ibu kota kecamatan, satu di Desa Senambah, dan satu di Batu Balai. Namun, kendala jarak menjadi persoalan bagi sebagian siswa.

Kekurangan paling dirasakan adalah pada tingkat SMP dan SMA. Empat desa—Ngayau, Muara Bengkal Ulu, Muara Bengkal Ilir, dan Benua Baru—hanya dilayani oleh satu SMP dan satu MTS.

“Satu SMP yang menjadi kekurangan mereka itu biasanya di gedung-gedung, bangunan-bangunan karena jumlahnya banyak,” ujar Benny.

Untuk tingkat SMA, kondisinya lebih menantang karena satu kecamatan hanya memiliki satu SMA dan satu SMK. Dengan jumlah siswa yang terus bertambah, kebutuhan akan ruang kelas baru sangat mendesak.

“SMA saya rasa paling dibutuhkan ruang kelas dan tenaga pendidik karena satu kecamatan cuma ada satu SMA dan satu SMK,” tambahnya.

Meski fasilitas pendidikan sudah tersedia dan gratis hingga tingkat SMA, akses ke perguruan tinggi masih menjadi kendala bagi sebagian keluarga kurang mampu. Beberapa anak yang lulus sekolah tidak mampu melanjutkan ke jenjang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.

“Kadang-kadang lulus anak sekolah tidak mampu untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi kampus-kampus,” ungkapnya.

Pemerintah desa terus mengupayakan berbagai program untuk membantu akses pendidikan, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah dan yayasan pendidikan untuk memastikan semua anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan dengan layak.

Benny berharap pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatian lebih pada penambahan ruang kelas dan tenaga pendidik, terutama untuk tingkat SMP dan SMA yang saat ini masih sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahunnya. (Adv-Kominfo/Q)

Loading