KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, membutuhkan unit pemadam kebakaran (Damkar) dan armada kebersihan untuk melayani masyarakat. Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi, menyatakan bahwa pihaknya siap menyediakan lahan jika pemerintah daerah bersedia menempatkan unit tersebut di desanya.
Alwi menjelaskan bahwa meski di Kecamatan Sangatta Selatan sudah ada unit Damkar, namun lokasinya cukup jauh dari Desa Sangkima, yakni sekitar 13 kilometer. Jarak yang jauh ini membuat waktu tanggap darurat menjadi tidak efektif.
“Harapan kami sebenarnya pemerintah juga ada Damkarnya di sini. Memang di Sangatta Selatan sudah ada tapi kalau mau ke sini ada 13 kilometer, sungguh jauh. Harapan kita ada titiknya di Desa Sangkima,” ungkap Alwi, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan bahwa setiap desa sebenarnya sudah memiliki organisasi Damkar, MPA (Masyarakat Peduli Api), dan Desa Tangguh Bencana. Namun yang menjadi kendala adalah belum adanya unit kendaraan Damkar yang standby di lokasi.
“Organisasinya sudah ada, tinggal unitnya saja yang belum. Kami juga mampu menyediakan lahan di pemerintahan desa karena masih luas. Itu bisa digunakan untuk Damkar,” jelasnya.
Selain Damkar, Alwi juga mengharapkan adanya pelayanan kebersihan dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) Sangatta Selatan. Saat ini, Desa Sangkima sudah memiliki TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) seluas sekitar 1,5 hektar yang dikelola oleh BUMDes dan diatur melalui Peraturan Desa tentang sampah.
“Belum tentu desa-desa lain punya Perdes sampah. Kalau kita kebetulan sudah buat karena memang kemarin TPS yang dimiliki Pertamina ditutup karena tindakan dari instansi lingkungan hidup,” papar Alwi.
Penutupan TPS milik Pertamina tersebut sempat membuat masyarakat membuang sampah ke sungai, termasuk di area persawahan yang bisa mencemari dan meracuni tanaman padi. Oleh karena itu, Pemerintah Desa kemudian membuat TPS sendiri dengan Perdes sebagai payung hukumnya.
Yang menjadi kendala saat ini adalah BUMDes masih kekurangan armada pengangkut sampah. Selain itu, jalan menuju TPS masih berbatu dan licin saat hujan meski sudah ada semenisasi sepanjang 200 meter di area TPS.
“Harapan kami kerja sama dengan pihak kebersihan UPT Sangatta Selatan untuk menjemput sampah-sampah yang sudah tidak bisa dikelola oleh BUMDes, dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir. Karena kami belum punya dumptruck,” ungkapnya.
Di UPT Sangatta Selatan, sampah-sampah sudah ditaruh di drum di pinggir jalan dan secara rutin diangkut oleh dumptruck. Alwi berharap sistem serupa bisa diterapkan di Sangkima mengingat Bupati sudah mencanangkan program Adipura untuk kabupaten.
“Padahal Bupati sudah mencanangkan Adipura. Ini harus direspon. Masalah Damkar dan sampah memang harus disampaikan agar desa-desa yang jauh dari kota juga tersentuh pelayanan,” pungkas Alwi. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

