KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Benua Baru melaporkan realisasi program pembangunan tahun 2024 telah mencapai 70 persen. Kepala Desa Benua Baru, Ahmad Benny, menyatakan bahwa tahap keempat pencairan dana desa masih dalam proses karena terkait dengan dana RT (Rukun Tetangga).

“Alhamdulillah di 2024 sudah hampir 70 persen. Tahap empat kami belum, karena memang kami berbicara tentang dana-dana RT,” ungkap Ahmad Benny dalam wawancara dengan awak media ini, Senin (17/11/2025).

Untuk memastikan penggunaan dana RT berjalan sesuai aturan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten telah menggelar sosialisasi di dua kecamatan, yakni Muara Bengkal dan Muara Ancalong. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Desa Muara Bengkal Ilir pada hari Rabu.

“Ada dari dinas kabupaten DPMD melakukan sosialisasi terkait dengan dana RT,” jelasnya.

Program-program yang telah terealisasi antara lain pembangunan infrastruktur jalan desa dengan pengaspalan yang mencapai hampir 80 persen di area pemukiman. Selain itu, pemerintah desa juga telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kultivator guna menunjang pertanian modern.

“Kami belikan kultivator, minimal petani tidak melakukan cangkul secara manual untuk bedengan. Itu dipakai gratis, silakan mereka isi minyaknya sendiri,” ujar Benny.

Untuk tahun 2025, pemerintah desa telah merumuskan program yang masuk dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa), bahkan sebagian telah masuk dalam anggaran perubahan. Program tersebut mencakup pengadaan pupuk, herbisida, dan kebutuhan pertanian lainnya.

Program unggulan lainnya adalah pengembangan agrowisata menggunakan dana karbon di lahan seluas lima hektare untuk penanaman buah-buahan. Program ini masih dalam tahap persiapan lahan dengan pemupukan dan pemberian dolomit agar tanah menjadi produktif.

Meski realisasi program sudah baik, Benny menyayangkan ada beberapa pembangunan yang tidak tuntas, seperti kantor BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang hanya sampai pada pondasi dan tiang.

“Kemarin usulannya PL (Pengadaan Langsung) tapi tanggung-tanggung, hanya pondasi sama sedikit dinding. Yang selesai cuma kantor desanya saja,” keluhnya.

Untuk infrastruktur jalan penghubung antar desa, sudah ada program lanjutan dari tingkat kecamatan sepanjang dua kilometer, namun masih belum jelas apakah menggunakan anggaran murni, anggaran perubahan, atau sistem multi years.

Benny berharap di tahun 2025 semua program dapat terealisasi dengan baik, terutama fokus pada pengerasan jalan di area Muara Danau untuk memfasilitasi akses masyarakat ke lahan pertanian dan perkebunan mereka. (Adv-Kominfo/Q)

Loading