KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Benua Baru tengah mengembangkan agrowisata seluas lima hektare menggunakan dana karbon. Kepala Desa Benua Baru, Ahmad Benny, menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya diversifikasi ekonomi desa yang selama ini didominasi perkebunan sawit.

“Kami punya program penanaman buah-buahan untuk agrowisata di tanah desa seluas sekitar lima hektare,” ungkap Benny.

Namun, pengembangan agrowisata ini tidak bisa dilakukan secara instan. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, ditemukan bahwa struktur tanah di lokasi tersebut masih berupa tanah liat yang kurang ideal untuk penanaman buah-buahan.

“Kami biarkan dulu tanahnya, lakukan pembenahan dan pemupukan. Kemarin baru diberi dolomit supaya saat ditanam, bibit buahnya bisa tumbuh maksimal,” jelasnya.

Lahan yang dibuka menggunakan alat berat ini sengaja dibiarkan hingga produktif sebelum dilakukan penanaman. Langkah ini diambil berdasarkan saran dari Dinas Pertanian agar investasi bibit tidak sia-sia.

Selain agrowisata, desa juga memiliki potensi wisata lain berupa danau yang telah diusulkan ke Dinas Pariwisata untuk pembangunan gazebo. “Danau di tempat saya sama seperti danau yang di Gelombang, dekat pinggir jalan,” ujar Benny.

Namun ia mengakui, untuk wisata skala besar seperti waterboom masih terkendala keterbatasan sumber daya. Saat ini, fokus pengembangan wisata lebih kepada tempat-tempat nongkrong untuk anak muda.

Terkait pendidikan lingkungan, setiap desa di Kecamatan Muara Bengkal memiliki minimal satu PAUD. Desa Benua Baru bahkan menargetkan membentuk satu PAUD tambahan karena jumlah penduduknya paling banyak di kecamatan tersebut.

“Tahun depan target saya, setelah berkoordinasi dengan yayasan, akan membentuk satu PAUD lagi,” tutup Benny. (Adv-Kominfo/Q)

Loading