KUTAI TIMUR – Wisata air Batu Lapis di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang, saat ini dalam kondisi perlu perawatan dan perhatian khusus. Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko P Lenama, menyampaikan bahwa lokasi wisata tersebut kini sepi bahkan tidak ada pengunjung sama sekali.

Batu Lapis merupakan wisata air yang menyerupai kolam besar dengan batu-batu di pinggirnya yang berlapis-lapis, sehingga dinamai Batu Lapis. Sebelum kejadian tersebut, tempat ini cukup ramai dikunjungi wisatawan.

“Wisata air Batu Lapis terbengkalai saat ini karena kemarin ada yang meninggal di situ. Jadi sekarang sudah sepi pengunjungnya bahkan tidak ada sama sekali,” ungkap Eko dalam wawancara dengan media ini, Minggu (16/11/2025).

Untuk membangkitkan kembali wisata Batu Lapis, pemerintah desa berencana melakukan pembersihan menyeluruh dan perbaikan akses jalan. “Dalam waktu dekat ini, satu atau dua hari ini, saya mau buka jalan dulu ke situ. Jalan saya mau perbaiki ke wilayah Batu Lapis karena ada badan jalan tapi belum begitu bagus,” jelasnya.

Selain Batu Lapis, Desa Bukit Makmur juga memiliki potensi wisata alam lain berupa pendakian Gunung Batu Putih. Namun, wisata pendakian ini juga masih memiliki kendala akses jalan. Pemerintah desa telah mencoba memperbaiki akses jalan sehingga motor bisa sampai ke dalam, namun hasilnya belum maksimal karena masih ada kendala di beberapa titik menuju pos pendakian pertama.

Untuk pengembangan wisata Gunung Batu Putih, pemerintah desa berencana menyiapkan jalan yang baik dan membangun beberapa pos penjagaan. Pos penjagaan ini tidak hanya untuk menjaga kendaraan pengunjung, tetapi juga untuk membuat sistem retribusi sehingga ada perekonomian yang berjalan.

Adventus Eko menyayangkan belum adanya perhatian dari pemerintah daerah atau Dinas Pariwisata terhadap wisata pendakian Gunung Batu Putih. “Belum ada campur tangan oleh pemerintah daerah terhadap pendakian ini. Lebih ke teman-teman atau adik-adik pencinta alam yang melakukan kegiatan positif di sana,” ujarnya.

Ia menilai wisata pendakian sebenarnya bisa menjadi ikon unik Kutai Timur, mengingat wisata pendakian di kabupaten ini tidak banyak. “Kita melihat Sangatta atau Kutai Timur sekarang kalau tidak tambang ya sawit. Wisata pendakian bisa jadi alternatif yang menarik,” tegasnya.

Desa Bukit Makmur yang berada di wilayah pegunungan dan perbukitan memang memiliki potensi wisata alam yang besar. Selain agrowisata yang baru dikembangkan, potensi wisata alam seperti Batu Lapis dan Gunung Batu Putih perlu mendapat perhatian serius agar bisa menjadi destinasi wisata unggulan. (Adv-Kominfo/Q)

Loading