KUTAI TIMUR – Beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kaliorang memberikan bantuan edukasi berupa pelatihan kepada kelompok-kelompok masyarakat di Desa Bukit Makmur. Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko P Lenama, menyampaikan bahwa PT Indexim dan PT KPP menjadi perusahaan yang aktif memberikan pelatihan, dengan lokasi pelatihan sering dilakukan di agrowisata yang baru dibangun desa.
“Ada beberapa perusahaan seperti Indexim dan KPP yang memberikan bantuan edukasi berupa pelatihan-pelatihan terhadap beberapa kelompok kami yang ada di desa. Kadang pelatihannya fokus di tempat agrowisata kami yang baru kami bangun,” ungkap Kepala Desa, Minggu (16/11/2025).
Pelatihan yang diberikan oleh perusahaan ini merupakan bentuk program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat lokal. Pelatihan-pelatihan tersebut diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang ada di desa, terutama yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan.
Selain memberikan pelatihan, PT Indexim dan PT KPP juga turut mendukung pembangunan agrowisata Desa Bukit Makmur dengan memberikan bantuan program. Sementara itu, Dinas Pariwisata Kutai Timur menyediakan fasilitas pendukung seperti gazebo, kafe, dan papan nama agrowisata.
Lokasi agrowisata yang dipilih sebagai tempat pelatihan dinilai sangat strategis karena selain menjadi tempat wisata, agrowisata tersebut juga dikonsep sebagai sarana edukasi untuk masyarakat tentang cara menanam buah-buahan dan pengembangan pertanian modern.
Namun demikian, Kepala Desa ini mengaku kecewa karena meskipun perusahaan-perusahaan tersebut memberikan pelatihan dan bantuan untuk program tertentu, namun ketika BUMDes mengajukan kerja sama untuk penyerapan tenaga kerja atau hasil pertanian masyarakat, tidak ada tanggapan sama sekali.
“Mereka memberikan pelatihan dan bantuan program untuk agrowisata, tapi ketika BUMDes kami ajukan kerja sama untuk masuk ke kegiatan mereka, tidak ada tanggapan. Padahal ini untuk kepentingan masyarakat juga,” jelasnya.
Adventus Eko berharap ke depan kerja sama antara desa dengan perusahaan tidak hanya sebatas pelatihan dan bantuan program tertentu, tetapi juga mencakup kerja sama yang lebih luas seperti penyerapan tenaga kerja lokal dan pemasaran hasil pertanian masyarakat.
Dengan potensi pertanian yang besar, terutama sayur-mayur dan buah-buahan, seharusnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut bisa menjadi pasar bagi produk pertanian masyarakat Desa Bukit Makmur. Hal ini akan lebih memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat dibandingkan hanya pelatihan yang sifatnya sementara. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

