KUTAI TIMUR – Kepala Desa Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang, Adventus Eko P Lenama, mendesak penambahan satu unit Sekolah Menengah Pertama(SMP) baru untuk menampung lulusan dari tiga Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayahnya. Kepala Desa ini menyampaikan bahwa satu-satunya SMP yang ada saat ini kewalahan menampung siswa baru setiap tahunnya.
“Saya punya tiga SD yang siswanya besar-besar. Tinggal SMP-nya cuma satu, jadi sangat kewalahan untuk menampung. Bahkan sampai kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB),” ungkap Kepala Desa Bukit Makmur.
Desa Bukit Makmur memiliki tiga SD, yaitu dua SD negeri (SD 001 dan SD 005) dan satu SD Yayasan di PT Ferco, serta satu SMP dan satu SMK. Ketiga SD tersebut memiliki jumlah siswa yang cukup besar, sehingga ketika mereka lulus dan melanjutkan ke SMP, sekolah yang ada tidak mampu menampung semuanya.
Permasalahan ini diperparah dengan sistem zonasi dan regulasi pendaftaran yang ketat. Masyarakat menginginkan anak-anak mereka dapat bersekolah di desa sendiri tanpa harus pergi ke tempat lain. “Masyarakat tidak mau terlalu tahu tentang regulasi, intinya sekolah itu ada di desa kami, anak-anak kami harus sekolah di situ,” jelasnya.
Kepala Desa yang sudah 3 tahun menjabat ini mengaku harus turun tangan membantu proses penerimaan siswa baru agar semua warga bisa diterima di SMP, meskipun ruang kelasnya kurang. “Saya sampaikan ke kepala sekolah, ‘Pak, izin harus diterima semua warga saya.’ Kepala sekolahnya dengan berat hati mengupayakan ruang-ruang lain digunakan supaya bisa masuk semua,” katanya.
Permasalahan kekurangan ruang kelas juga dialami oleh SMK yang ada di desa tersebut. SMK ini merupakan satu-satunya di Kecamatan Kaliorang dengan wilayah murid hingga ke Kaubun, Pengadan, dan Karangan. Namun, alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir SMK tersebut memperoleh bantuan pembangunan ruang kelas baru dari provinsi sehingga sudah bisa menampung berapapun jumlah murid baru.
Kepala Desa telah mendorong penambahan SMP baru melalui Korwil Pendidikan yang kemudian meneruskan ke tingkat kabupaten. Ia juga menekankan perlunya penyeimbang untuk SMK, baik berupa SMA atau SMK dengan jurusan berbeda seperti SMK Kesehatan atau Pertambangan. Hal ini mengingat wilayah Desa Bukit Makmur yang luas dengan jumlah penduduk yang banyak.
“Sudah ada tindak lanjutnya, mereka sedang dalam tahap proses mencari lokasi baru di wilayah desa kami,” ujarnya. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

