KUTAI TIMUR – Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang, menunjukkan kemajuan signifikan selama tiga tahun terakhir. Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko P Lenama, menyampaikan bahwa jalan lingkungan dengan semenisasi hampir tersambung seluruhnya dan diharapkan bisa selesai tahun depan.

“Jalan-jalan lingkungan tinggal sedikit lagi bisa tersambung semua semenisasinya. Mudah-mudahan tahun depan bisa tersambung semua,” ungkap Kepala Desa yang kini memasuki tahun ketiga masa jabatannya, Minggu (16/11/2025).

Untuk jalan umum, kondisinya dinilai sudah cukup aman dan lumayan bagus. Meskipun hasil proyek Multi Years yang dikerjakan sebelumnya masih bergelombang, namun bila dibandingkan dengan kondisi tahun-tahun sebelumnya sudah sangat bagus dan luar biasa.

Pembangunan jalan lingkungan di Desa Bukit Makmur sepenuhnya menggunakan anggaran dari pemerintah daerah. Fokus pembangunan tidak hanya pada jalan lingkungan pemukiman, tetapi juga membuka dan meningkatkan akses jalan menuju lokasi pertanian dan perkebunan masyarakat.

“Fokus kami di pertanian dan perkebunan, jadi kami pelan-pelan memikirkan bagaimana caranya jalan akses ke lokasi, ke kebun bisa bagus. Itu yang kami fokuskan sehingga ada pembukaan dan peningkatan jalan khusus ke wilayah-wilayah pertanian,” jelasnya.

Pembukaan dan peningkatan badan jalan ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah desa terhadap petani. Dengan akses jalan yang baik, petani lebih mudah mengangkut hasil panen mereka ke pasar atau ke tempat lain.

Selama tiga tahun kepemimpinannya, Kepala Desa lebih memfokuskan pembangunan pada penyediaan fasilitas-fasilitas umum dan infrastruktur pendukung. Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki sarana yang memadai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan mengembangkan usaha pertanian mereka.

Namun demikian, masih ada beberapa infrastruktur yang belum tersedia. Untuk fasilitas perkantoran, hampir semua sudah rampung, hanya tinggal kantor BPD, LPM, dan lembaga lainnya yang perlu dibangun. Sementara untuk fasilitas umum lainnya, desa masih membutuhkan balai pertemuan, gedung olahraga, dan fasilitas-fasilitas olahraga lainnya.

“Fasilitas-fasilitas pendukung itu bisa memicu atau mengajak adik-adik muda supaya tidak melakukan hal-hal negatif. Kalau beberapa fasilitas ini bisa kita siapkan dengan baik, tentu akan lebih baik,” katanya.

Kepala Desa ini mengakui pernah mengusulkan pembangunan beberapa fasilitas seperti Balai Pertemuan Umum (BPU) dan bangunan lainnya melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dan Musrenbang Kabupaten. Namun yang keluar dari pemerintah daerah adalah sistem PL (Pengadaan Langsung) yang membuat pembangunan menjadi bertahap dan memakan waktu lama. Meski demikian, Kepala Desa optimis pembangunan infrastruktur akan terus berlanjut dengan dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.

“PL itu biasanya tahun pertama pondasi dulu, tahun kedua tiang, jadi bisa sampai bertahun-tahun, bisa sampai lima tahun belum tentu selesai. Harusnya lebih fokus, tahun ini mau bangun apa ya langsung diselesaikan dalam satu tahun,” tegasnya. (Adv-Kominfo/Q)

Loading