KUTAI TIMUR – Desa Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, tengah mengembangkan destinasi wisata baru berupa agrowisata yang mengusung konsep kebun buah-buahan seluas 8 hektar. Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko P Lenama, menyampaikan bahwa pengembangan agrowisata ini merupakan inisiasi murni dari pihak desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Agrowisata ini sudah kami buka seluas 8 hektar dan kami isi dengan tanaman buah-buahan. Konsepnya semua buah-buahan ada di situ. Ke depannya akan menjadi sarana edukasi untuk bagaimana cara menanam buah-buahan,” ujar Eko dalam sesi wawancara dengan awak media ini, Minggu (16/11/2025).
Seluruh lahan seluas 8 hektar tersebut telah ditanami berbagai jenis buah-buahan, meskipun usianya belum genap setahun. Meski buah-buahan belum bisa dipanen, lokasi agrowisata sudah dapat dinikmati masyarakat dengan beberapa spot yang telah disiapkan, termasuk fasilitas kafe.
Setelah inisiasi awal dari desa, proyek agrowisata ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. PT Indexim dan PT KPP memberikan bantuan program, sementara Dinas Pariwisata Kutai Timur menyediakan fasilitas pendukung seperti gazebo, kafe, dan papan nama agrowisata.
Informasi mengenai agrowisata ini telah disebarluaskan melalui media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram. Kepala Desa mengaku penyebaran informasi melalui medsos cukup luar biasa, dengan bantuan konten kreator dari Sangatta dan daerah lainnya.
“Masyarakat dari Sangatta, Sangkulirang, Kaubun, dan kecamatan-kecamatan tetangga sudah banyak yang tahu tentang agrowisata di Desa Bukit Makmur karena penyebarannya melalui media sosial sangat masif,” jelasnya.
Ke depan, selain buah-buahan, desa juga berencana memfokuskan pengembangan sayur-sayuran hasil perkebunan masyarakat. Hal ini sejalan dengan potensi pertanian Desa Bukit Makmur yang memang kuat di sektor sayur-mayur, dengan 15 hingga 20 kepala keluarga yang berprofesi sebagai petani sayur dengan pendapatan mencapai lebih dari Rp5 juta per bulan.
Pengembangan agrowisata ini diharapkan dapat menjadi ikon wisata baru Kecamatan Kaliorang dan menambah destinasi wisata di Kabupaten Kutai Timur yang selama ini lebih dikenal dengan sektor tambang dan kelapa sawit. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

