KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang, melakukan klarifikasi dan pembenahan data warga miskin ekstrem yang dinilai tidak akurat. Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko P Lenama, menyampaikan bahwa data dari Dinas Sosial yang menyebutkan ada 400 Kepala Keluarga (KK) miskin ekstrem di desanya ternyata tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

“Kemarin saya dapat data dari Dinas Sosial bahwa Desa Bukit Makmur miskin ekstremnya ada 400 KK. Itu tidak benar. Jadi saya sudah mengklarifikasi dan membuat musyawarah bersama semua tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga desa untuk membahas satu per satu, satu KK per KK,” ungkap Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko P Lenama, Minggu (16/11/2025).

Dalam proses musyawarah tersebut, dilakukan verifikasi mendalam terhadap setiap kepala keluarga yang masuk dalam daftar miskin ekstrem. Hasilnya sangat mengejutkan karena ditemukan data yang tidak valid. “Ternyata ada yang sudah punya empat mobil tapi masih masuk namanya dalam daftar miskin ekstrem,” jelasnya.

Setelah proses verifikasi dan klarifikasi yang melibatkan tokoh masyarakat dan lembaga desa, seluruh data warga miskin ekstrem tersebut akhirnya terhapus. Menurut Kepala Desa, kategori miskin ekstrem memang tidak ada di desanya, meskipun masih terdapat warga yang tidak mampu secara ekonomi.

“Warga yang tidak mampu secara perekonomian masih ada, tapi tidak sampai kategori miskin ekstrem. Biasanya mereka yang tidak punya tanah atau lahan untuk digarap,” katanya.

Kepala Desa menjelaskan bahwa warga yang mengalami kesulitan ekonomi umumnya adalah pendatang baru yang belum memiliki lahan pertanian. Berbeda dengan pendatang lama atau warga transmigran yang umumnya sudah memiliki lahan dan bahkan sudah membeli tanah tambahan.

“Yang tidak mampu itu rata-rata bukan transmigran, tapi pendatang baru yang belum punya lahan. Kalau pendatang lama biasanya sudah banyak beli tanah juga,” jelasnya.

Meski demikian, Kepala Desa mengakui ada sebagian kecil warga yang memang sangat tidak mampu, namun kondisi itu lebih disebabkan oleh faktor kemalasan. “Kalau dibilang sangat tidak mampu, itu sedikit. Biasanya yang malas saja,” ujarnya dengan terus terang.

Desa Bukit Makmur memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang sangat baik karena berada di wilayah pegunungan dan perbukitan. Masyarakat yang rajin bekerja di sektor pertanian, khususnya sayur-mayur, bisa memperoleh pendapatan mencapai lebih dari Rp5 juta per bulan per kepala keluarga.

Pembenahan data kemiskinan ini penting agar bantuan sosial dari pemerintah tepat sasaran dan tidak diterima oleh pihak yang sebenarnya mampu secara ekonomi. Kepala Desa berharap ke depan pendataan warga miskin dilakukan dengan lebih akurat dan melibatkan pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat yang lebih memahami kondisi riil masyarakat. (Adv-Kominfo/Q)

Loading