KUTAI TIMUR – Kajian ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Kutai Timur melibatkan tujuh peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan berbagai keahlian. Tim dipimpin oleh Prof. Dr. Jamhari, SP, MP sebagai ketua tim.
Kepala BRIDA Kutim, Juliansyah, menjelaskan bahwa tim peneliti ini terdiri dari para akademisi dengan keahlian di bidang ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan wilayah. “Kami bekerja sama dengan UGM karena mereka memiliki pengalaman dan keahlian yang mumpuni dalam kajian ketahanan pangan,” ujarnya, Jum’at (14/11/2025) sore.
Anggota tim kajian meliputi Dr. Agus Dwi Nugroho, SP, MSc sebagai anggota, Imam Suhadi, SP, MSc sebagai anggota, Muh Amat Nasir, SP, MP sebagai anggota, Dr. Ismisaih, STP, MSc sebagai anggota, Ekantini Puji Basuki, SP sebagai anggota, dan Arif Rianto Budi Nugroho, ST,MSi sebagai anggota.
“Tim ini memiliki komposisi yang sangat baik dengan kombinasi keahlian di bidang ekonomi pertanian, teknologi pangan, dan perencanaan pembangunan,” kata Juliansyah.
Menurutnya, jadwal kegiatan kajian telah disusun sejak Oktober hingga Desember 2025. BRIDA Kutim, terangnya telah membagi kegiatan menjadi sembilan tahapan utama untuk memastikan kajian berjalan sistematis dan menghasilkan output yang berkualitas. Juliansyah merinci, tahapan pertama adalah proses pengadaan dan penandatanganan kontrak yang dijadwalkan pada minggu keempat Oktober.
“Ini adalah tahapan administratif yang penting untuk memastikan semua aspek kerja sama tercatat dengan baik,” katanya.
Tahapan kedua adalah sidang TPM 1 (Tim Pengarah Monitoring) yang berlangsung pada minggu pertama November. Sidang ini, ungkapnya, penting dilaksanakan untuk memastikan rencana kerja sudah sesuai dengan kebutuhan dan target yang ditetapkan. Tahapan ketiga adalah presentasi laporan pendahuluan yang berlangsung pada minggu pertama hingga kedua November.
“Pada tahap ini, tim memaparkan kerangka konseptual, metodologi, dan rencana detail pelaksanaan kajian,” jelasnya.
Tahapan keempat adalah pengumpulan data dan informasi yang berlangsung dari minggu pertama November hingga minggu keempat November. “Ini adalah tahap paling krusial karena kualitas data akan sangat menentukan hasil akhir kajian,” kata Juliansyah.
Tahapan kelima adalah sidang TPM 2 yang dijadwalkan pada minggu keempat November. “Sidang ini untuk melaporkan progress pengumpulan data dan membahas kendala yang mungkin dihadapi di lapangan,” ujarnya.
Tahapan keenam adalah presentasi laporan akhir yang berlangsung pada minggu pertama Desember. “Tim akan memaparkan temuan utama dan rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil analisis data,” jelasnya.
Tahapan ketujuh adalah finalisasi laporan akhir pada minggu kedua Desember, disusul tahapan kedelapan yaitu penagihan pembayaran pada minggu kedua hingga ketiga Desember, dan tahapan kesembilan adalah pengarsipan dokumen pengadaan, dokumen kontrak, dan laporan final pada minggu ketiga Desember.
“Dengan jadwal yang terstruktur ini, kami optimis kajian dapat diselesaikan tepat waktu dan menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kutai Timur,” pungkas Juliansyah. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

