KUTAI TIMUR – BRIDA Kutai Timur merencanakan dua program kajian untuk tahun 2026, yakni pembibitan sawit dan peningkatan SDM. Kepala BRIDA Kutim, Juliansyah, mengatakan fokus kajian pembibitan sawit dipilih karena komoditas ini sedang berkembang di daerah.
Ia menjelaskan, pemilihan sawit sebagai prioritas kajian karena keterbatasan anggaran. Meskipun banyak program lain yang potensial di sektor pertanian dan sektor lainnya, BRIDA memutuskan memfokuskan pada satu komoditas terlebih dahulu.
Kajian ini akan dilakukan dengan kemitraan bersama perguruan tinggi seperti UGM, UNMUL, UI, atau institusi lokal seperti Stiper. Rencananya, studi banding juga akan dilakukan ke daerah luar untuk mempelajari praktik terbaik pembibitan sawit.
“Yang kami lihat sekarang ini di Kutim, sawit memang lagi naik daun. Jadi akan lebih diprioritaskan ke arah pembibitan sawit. Suatu saat kita memerlukan tempat yang luasnya sekian hektar untuk meningkatkan pembibitan sawit,” kata Juliansyah.
Ia juga menyebut tantangan utama lembaganya adalah kebutuhan tenaga peneliti yang memadai. Sebagai ujung tombak kajian program pemerintah daerah, BRIDA memerlukan sumber daya manusia dengan keahlian khusus.
Ia juga menjelaskan, BRIDA merupakan ujung tombak untuk semua kegiatan yang menunjang program pemerintah. Melalui kajian yang dilakukan, tingkat kesalahan dalam pelaksanaan program bisa diminimalkan.
“Di BRIDA ini memang terkhususnya itu tenaga peneliti. Peneliti itulah yang berperan di BRIDA. Mulai dari peneliti, perekayasa, pokoknya tenaga spesifik dengan jabatan fungsional,” ucap Juliansyah. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

