KUTAI TIMUR – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Timur menjalankan tiga program kajian pada tahun 2025. Kepala BRIDA Kutim, Juliansyah, mengatakan ketiga kajian tersebut meliputi mesin anjungan Disdukcapil, program RT Rp250 juta per RT, dan pengadaan bus listrik untuk anak sekolah.
“Yang pertama itu kajian tentang Disdukcapil, tentang mesin anjungan untuk proses digitalisasi penerbitan KK yang bisa dilakukan lewat mesin anjungan. Yang kedua, program kajian Pro RT Rp250 juta per RT. Yang ketiga, tentang pengadaan bus listrik untuk anak sekolah,” ujar Juliansyah, Kamis (13/11/2025).
Ketiga kajian tersebut dikerjakan bersama dengan perguruan tinggi seperti UNMUL, UGM, dan UI. Juliansyah menjamin semua kajian akan selesai sebelum akhir tahun 2025, tepatnya pada Desember mendatang.
“Saat ini, ketiga kajian masih dalam tahap proses seminar pertama dan akan dilanjutkan dengan seminar kedua sebelum menghasilkan kesimpulan akhir,” ujarnya.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur, imbuhnya, berencana menempatkan mesin anjungan di seluruh kecamatan untuk proses digitalisasi administrasi kependudukan. BRIDA Kutim diminta mengkaji kelayakan program ini.
Juliansyah mengatakan mesin anjungan tersebut akan memudahkan masyarakat dalam penerbitan Kartu Keluarga (KK) secara mandiri, seperti menggunakan mesin ATM.
“Informasi dari Disdukcapil, mesin ini akan diakomodir di seluruh kecamatan. Mereka meminta kami melakukan pengkajian agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan pengadaan alatnya,” terang Juliansyah. (Adv-kominfo/Q)
![]()

