KUTAI TIMUR – Peran guru dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat lah penting karena guru memiliki banyak peran dalam pendidikan, di antaranya adalah merupakan sumber belajar hingga pendorong karakter dan etika.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Jimmy, mengungkapkan harapannya agar guru dapat terus menjadi pondasi utama bagi pembangunan generasi mendatang. Harapan itu ia lontarkan usai kegiatan upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2024 yang diselenggarakan pada Senin (25 November 2024) Pukul 07.30 WITA di lapangan depan kantor Bupati Kutai Timur.

Ia menekankan pentingnya pemerataan tenaga pendidik, terutama di daerah-daerah terpencil, untuk memastikan bahwa semua anak, mulai dari usia dini hingga sekolah menengah, mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Jimmy berharap jumlah guru yang tersebar di pelosok daerah dapat meningkat, mengingat masih ada wilayah yang kekurangan tenaga pendidik.

“Kita berharap, guru itu menjadi sebuah pilar yang bisa memang meningkatkan kualitas generasi muda, terutama anak-anak usia dini sampai SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama) hingga SMA (Sekolah Menengah Akhir),” ujar Jimmy.

Terkait perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, Jimmy menyambut baik kebijakan yang telah disampaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menekankan pentingnya kesejahteraan dan perlindungan profesi guru. Menurutnya, guru harus dilindungi, mengingat seringkali terjadi sengketa antara orang tua murid dan guru.

“Profesi guru mesti dilindungi karena terkait dengan banyak permasalahan-permasalahan antara sengketa orang tua murid dan guru tentu yang bisa memberikan kepastian keamanan bagi guru ini adalah pemerintah pusat melalui kebijakanya,” tegas lelaki kelahiran 14 Februari 1978 tersebut.

Jimmy juga mengingatkan bahwa dalam mendidik, guru seringkali menghadapi tantangan, termasuk dalam menegakkan kedisiplinan siswa. Hal ini menurutnya sering kali menimbulkan konflik, namun merupakan bagian dari upaya membentuk karakter dan kedisiplinan siswa untuk masa depan mereka.

“Dalam hal mendidikkan tentu ada hal-hal yang untuk meningkatkan kedisiplinan siswa tentu akan banyak menuai konflik yang memang tidak dipahami oleh semua pihak, bahwa itu adalah tindakan disiplinnya yang juga bermanfaat untuk kedisiplinan siswa di masa yang akan datang,” pungkasnya. (RH/Adv-DPRD)

Loading