KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, menegaskan komitmennya untuk mendukung hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) di Kutai Timur sesuai Visi 2045. Ia menyatakan bahwa potensi SDA di Kutai Timur, baik dari sektor tambang maupun non-tambang, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan nilai tambah dan menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Novel, hilirisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Ia mencontohkan sektor kelapa sawit yang hingga kini masih banyak mengirim Crude Palm Oil (CPO) atau yang biasa disebut minyak kelapa sawit mentah ke luar daerah untuk diolah menjadi produk turunan.
“Kenapa kita tidak langsung mengolahnya di kawasan ekonomi khusus, seperti Maloy? Dengan begitu, dari bahan baku hingga produk jadi, semuanya dilakukan di sini (Kutai Timur),” ujar Novel setelah ditemui awak media di depan ruang hearing sekretariat DPRD Kutai Timur, pada Senin (25 November 2024).
Ia juga menyoroti perlunya memastikan Kutai Timur memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan daerah lain yang juga menargetkan hilirisasi SDA.
“Kita punya SDA yang melimpah, lokasi strategis di kawasan pantai, dan kawasan ekonomi khusus. Tapi yang paling penting adalah jaminan investasi, keamanan, dan kepastian hukum. Itu yang harus dijaga agar investor mau masuk,” jelas lelaki kelahiran 2 Juni 1973 tersebut.
Selain sawit, Novel juga menyoroti potensi sektor perikanan dan pertanian. Ia menyebut Kutai Timur memiliki garis pantai yang panjang dan potensi perikanan yang besar di Alur Laut.
“Kenapa kita tidak membangun industri pengolahan ikan, seperti pengalengan? Potensi kita besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya,” tambahnya.
Novel juga mendorong pengembangan hilirisasi komoditas pertanian seperti nanas, kakao, dan pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dalam merealisasikan program hilirisasi SDA di Kutai Timur.
“Atas hal itu, gimana kembali ke depannya. Lihat pemimpinnya, punya niat, punya motivasi, punya kreasi, bahwa kita harus berbuat seperti ini. Apa yang harus kita lakukan tanggung jawab di Kabupaten, apa di Provinsi dan apa di pusat. Mari kita jalan sama-sama,” tutup Novel yang juga merupakan Ketua Fraksi gabungan Persatuan Indonesia Raya (PIR). (RH/Adv-DPRD)
![]()

