KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Syaiful Bakhri, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pemilihannya, khususnya Kecamatan Rantau Pulung. Ia menyampaikan beberapa langkah konkret yang akan dilakukan untuk mendukung para petani yang mayoritas berkebun, termasuk perbaikan infrastruktur jalan pertanian dan penanganan banjir.
Menurut Syaiful, perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah, seperti SP6 Tanjung Labu yang selama ini belum menikmati akses jalan yang layak. Ia menekankan pentingnya akses yang baik untuk mempermudah pengangkutan hasil tani masyarakat.
“Yang menjadi urgent di situ karena dari sekian itu tadi, yaitu permasalahanya mereka minta perbaikan jalan pertanian karena untuk memudahkan akses untuk mengangkut hasil tani,” ujarnya setelah dikonfirmasi di ruang kerjanya, pada Rabu (20 November 2024) Pukul 13.14 WITA.
Selain itu, di Desa Tepian Langsat dan Desa Persiapan Tepian Raya, Syaiful menerima laporan masyarakat terkait banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Sungai yang tersumbat mengakibatkan air lambat mengalir ke sungai besar, sehingga kebun sawit dan rumah warga sering terendam. Kondisi ini membuat masyarakat tidak dapat beraktivitas, termasuk mengangkut hasil panen.
“Alhamdulillah, sudah ada konsultan yang ngecek ke lapangan, lokasi itu di Desa Tepian Langsat, Desa Tepian Raya di KM 102. Ya mudah-mudahan atas hal itu tidak lama (penanganan),” jelas politisi Partai Keadilan Rakyat (PKS).
Ia juga mengungkapkan bahwa banjir ini tidak hanya berdampak pada lahan dan jalan, tetapi juga meningkatkan risiko bahaya dari predator seperti buaya yang kerap naik ke pemukiman warga. Untuk itu, ia telah membahas rencana dengan pemerintah daerah mengenai penangkaran buaya di Kutai Timur sebagai langkah solutif untuk mengatasi masalah tersebut.
“Sempat juga kita bincang-bincang dengan Pak Bupati. Rencana itu memang di Kutai Timur ini harus diadakan penangkaran buaya. Karena buaya-buaya liar ini kan termasuk dilindungi, jadi solusinya akan dibuat penangkaran,” pungkasnya. (RH/Adv-DPRD)
![]()

