KUTAI TIMUR — Dominasi sektor tambang di Kabupaten Kutai Timur menjadi isu strategis dalam rencana pengembangannya ke depan. Terlebih, beberapa sektor utama daerah ini masih didominasi oleh satu subsektor. Misalnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang hampir 70%-nya didominasi oleh perkebunan. Begitu pula dengan sektor pertambangan dan penggalian yang didominasi oleh pertambangan sebesar 90%, dan sektor industri pengolahan yang mencapai 85%.

Melihat kondisi ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Akbar Tanjung, memaparkan visi besar daerah untuk 20 tahun mendatang melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Menurutnya, Kutai Timur menargetkan menjadi pusat hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang maju, inklusif, dan berkelanjutan pada tahun 2045.

“Visi ini bertujuan agar kita tidak hanya bergantung pada sektor tambang. Pasca tambang, kita berharap Kutai Timur dapat memaksimalkan potensi hilirisasi produk perkebunan dan sektor lainnya,” ungkap Akbar saat diwawancarai pada 20 November 2024 di ruang kerjanya.

Untuk mendukung visi tersebut, Akbar menyebutkan bahwa berbagai langkah strategis mulai digagas, salah satunya adalah percepatan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan desa, akses air bersih, dan listrik. Saat ini, ia mencatat, sekitar 30% desa di Kutai Timur masih kekurangan akses terhadap infrastruktur dasar tersebut.

“Harapan kami pada 2025, desa-desa yang belum memiliki akses air bersih dan infrastruktur memadai dapat terselesaikan. Ini penting karena aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sangat bergantung pada kondisi desa,” jelasnya.

Di sisi lain, Akbar juga menyoroti berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih selama dua dekade terakhir. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutai Timur, misalnya, mengalami peningkatan dari 69% pada 2006 menjadi 75% pada 2023. Angka kemiskinan pun menurun dari 18% menjadi 9%, dan tingkat pengangguran turun signifikan dari 10% menjadi sekitar 5%.

“Seperti itu lah, yang artinya itu kemudian upaya-upaya kita makanya visi kita dalam RPJPD tadi supaya bisa maju, kan gitu. Supaya bisa maju inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Akbar.

Loading