KUTAI TIMUR – Pemisahan urusan ekonomi kreatif ke Dinas Pariwisata sejak 2017 membuat Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur lebih fokus dalam pembinaan koperasi dan UMKM, khususnya sektor food and beverage.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur, Teguh Budi Santoso, mengatakan, pemisahan ini berdampak positif bagi kinerja dinas.

“Sekarang kami bisa lebih fokus pada pembinaan koperasi dan UMKM, terutama sektor food and beverage,” ujarnya.

Menurutnya, fokus ini memungkinkan pembinaan yang lebih terarah.

“Kami bisa mengoptimalkan sumber daya untuk pengembangan UMKM dan koperasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk pengembangan UMKM.

“Koordinasi tetap berjalan untuk memaksimalkan potensi UMKM,” tegasnya.

Selain itu dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan, Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur memprioritaskan pembinaan kepada pelaku UMKM yang serius menjalankan usaha. Prioritas ini untuk memastikan efektivitas program pembinaan.

“Kami fokus pada UMKM yang benar-benar serius mengembangkan usaha, bukan sekadar ikut-ikutan atau musiman,” ujarnya.

Menurutnya, UMKM yang serius menunjukkan komitmen melalui berbagai indikator.

“Mereka rutin mengikuti pembinaan, aktif mengembangkan produk, dan serius mencari pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembinaan berkualitas ini mencakup berbagai aspek pengembangan usaha.

“Mulai dari produksi, manajemen, hingga pemasaran, semua kami berikan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Q/Adv-Kominfo)

Loading