KUTAI TIMUR – Pemetaan yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur menunjukkan 90% koperasi di wilayah ini bergerak di sektor perkebunan sawit, mulai dari pengangkutan TBS hingga kemitraan plasma-inti.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur, Teguh Budi Santoso, mengatakan dominasi sektor sawit ini tidak terlepas dari karakteristik wilayah Kutai Timur yang memiliki banyak perkebunan kelapa sawit.
“Hasil pemetaan menunjukkan sebagian besar koperasi kita bergerak di sektor sawit, baik sebagai plasma maupun penyedia jasa pengangkutan TBS,” ujarnya.
Menurutnya, meski fokus di sawit, model bisnis koperasi cukup beragam.
“Ada yang murni kemitraan plasma-inti, ada yang fokus di transportasi TBS, ada juga yang mengembangkan unit simpan pinjam untuk petani sawit,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong koperasi untuk melakukan diversifikasi usaha.
“Kami tidak ingin koperasi terlalu bergantung pada satu sektor saja,” pungkasnya.
Mantan Kepala Dinas PTSP Kutim ini juga menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur menunjukkan hanya 500 dari sekitar 2.000 koperasi yang masih aktif melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Banyak koperasi yang terkendala karena pengurus sudah pindah atau meninggal. Ada juga yang kesulitan mengumpulkan anggota,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini mendorong pihaknya untuk melakukan revitalisasi koperasi.
“Kami sedang melakukan pendataan ulang dan pembinaan intensif untuk koperasi yang masih berpotensi untuk diaktifkan kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan merekomendasikan pembubaran untuk koperasi yang sudah tidak bisa diselamatkan.
“Yang benar-benar tidak aktif akan kami dorong untuk dibubarkan sesuai prosedur,” pungkasnya. (Q/Adv-Kominfo)
![]()

