KUTAI TIMUR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya mengatasi permasalahan lingkungan, termasuk penambangan galian C ilegal. Meski belum ada pemetaan resmi, jumlah titik galian C ilegal di Kutim diperkirakan cukup banyak.
Dalam wawancara dengan pejabat DLH Kutim yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Dewi, terungkap bahwa belum ada pemetaan secara langsung terhadap titik-titik galian C ilegal.
“Yang pasti banyak,” ujar Dewi yang juga merupakan PPLH senior di DLH Kutim, menunjukkan besarnya skala permasalahan ini.
Meskipun menghadapi tantangan dalam pemetaan, DLH Kutim tetap aktif dalam upaya pengawasan dan penegakan hukum. Karena menurutnya dalam konteks lingkungan, DLH Kutim mempunyai kewenangan melakukan pengawasan dan pembinaan yang melekat.
“Untuk saat ini, kita tetap berjalan untuk pengawasan dan penegakan hukum,” jelas PLT DLH Kutim.
Sebagai langkah proaktif, DLH Kutim mengadakan sosialisasi besar pada tanggal 26 Oktober di Balikpapan. Acara ini mengundang seluruh pelaku usaha di Kabupaten Kutai Timur, khususnya yang pernah dan tengah mendapatkan sanksi dari DLH.
“Narasumber untuk acara ini datang dari Penegakan Hukum (Gakum) KLHK,” tambahnya.
Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi acara didasarkan pada permintaan narasumber untuk tempat yang lebih mudah diakses, mengingat padatnya jadwal mereka dalam menangani berbagai pengaduan. Acara sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi lingkungan dan mendorong kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Dewi juga menekankan bahwa posisinya saat ini adalah sebagai Pejabat Pengawas yang diberikan tugas tambahan untuk melaksanakan sebagian kewenangan Kepala Dinas. Dengan adanya sosialisasi ini dan upaya berkelanjutan dari DLH Kutim, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih baik di kalangan pelaku usaha terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mematuhi regulasi yang ada.
“Saya bukan Kepala Dinas ya, hanya melaksanakan sebagian kewenangan, tidak semua,” jelasnya.(Q/Adv-Kominfo)
![]()

