KUTAI TIMUR – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal melalui program pelatihan bersertifikasi di tahun 2024. Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah yang mewajibkan penggunaan 80 persen tenaga kerja lokal di perusahaan.
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menjelaskan bahwa program pelatihan yang akan diselenggarakan mencakup berbagai bidang keahlian yang dibutuhkan industri. “Kita akan mengadakan pelatihan seperti elektrikal dan security. Semua pelatihan akan disertai uji kompetensi dan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” jelasnya saat ditemui di kantornya.
Program pelatihan yang akan dilaksanakan meliputi beberapa bidang prioritas:
1. Welding (Pengelasan)
– Tahap Dasar
– Tahap Menengah
– Tahap Mahir
2. Elektrikal
3. Security
4. Operator Alat Berat
5. Teknisi Mekanik
“Untuk welder misalnya, ada tahap dasar hingga mahir. Setelah dilatih, mereka akan kami magangkan ke perusahaan,” ungkap Roma. “Sistem bertahap ini memastikan peserta benar-benar menguasai keterampilan yang dibutuhkan industri,” tambahnya.
Disnakertrans Kutim tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memfasilitasi program magang di perusahaan-perusahaan mitra. Menurut Roma, Disnakertrans Kutim telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk program magang. Ini memberikan pengalaman kerja nyata bagi peserta pelatihan.
Program ini merupakan tindak lanjut dari disahkannya Perda dan Perbup tentang ketenagakerjaan yang mewajibkan 80 persen tenaga kerja lokal.
“Kita harus meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal agar siap diserap perusahaan. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan masyarakat Kutai Timur dapat berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” tegas Roma.
Roma juga menyampaikan bahwa di tahun 2024 ini Disnakertrans Kutim menargetkan 200 peserta untuk pelatihan welding, 150 peserta untuk pelatihan elektrikal, 100 peserta untuk pelatihan security, serta 75 peserta untuk operator alat berat dan 50 peserta untuk teknisi mekanik.
“Semua peserta akan mendapatkan sertifikasi BNSP yang diakui secara nasional,” tambah Roma.
Dirinya juga menyebutkan bahwa peserta pelatihan akan mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk peralatan praktik lengkap, modul pelatihan, seragam praktik, makan siang, tunjangan transportasi dan asuransi selama pelatihan.
“Kami membuka pendaftaran secara bertahap sepanjang tahun 2024. Informasi lengkap dapat diperoleh di kantor Disnakertrans Kutim atau melalui website resmi kami. Melalui program ini, kami berharap dapat menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” pungkas Roma.(Q/Adv-Kominfo).
![]()

