KUTAI TIMUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur menerapkan transformasi signifikan dalam pendekatan penertiban, mengutamakan cara-cara yang lebih humanis dan dialogis. Perubahan ini merupakan inisiatif baru di bawah kepemimpinan Kasatpol PP Kutai Timur, Fata Hidayat, yang bertekad mengubah persepsi masyarakat terhadap institusinya.
“Kami merubah mindset agar jangan sampai Satpol PP dikatakan datang bongkar tanpa ada informasi atau himbauan. Kita datang mengingatkan dulu bahwa aturannya seperti ini, bukan hanya sekali tapi berkali-kali,” ujar Fata saat ditemui di kantornya.
Pendekatan baru ini telah membuahkan hasil positif, seperti yang terlihat dalam operasi penertiban di Pasar Sangatta Selatan. Dalam waktu singkat, hanya tiga hari, para pedagang mulai secara sukarela memindahkan lapak dagang mereka dari badan jalan setelah mendapat himbauan berulang dari petugas.
“Kami sampaikan kasihan kalau terus makan badan jalan. Setelah beberapa kali mengingatkan dan mereka sudah paham, baru kami sampaikan akan melakukan penertiban,” jelasnya.
Dalam implementasinya, Satpol PP Kutai Timur menerapkan sistem tiga tahap: sosialisasi, pemberian peringatan, dan penertiban. Setiap tahap dilakukan dengan pendekatan dialogis dan pemberian tenggang waktu yang memadai bagi masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan peraturan yang berlaku.
Fata menekankan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait dalam setiap penertiban. Untuk kasus pasar misalnya, Satpol PP melibatkan Dinas Perhubungan untuk rekayasa lalu lintas demi kelancaran arus kendaraan.
“Koordinasi lintas instansi ini penting untuk memastikan setiap penertiban berjalan efektif dan tidak menimbulkan masalah baru,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fata mengungkapkan bahwa pendekatan humanis ini juga mencakup program pemberdayaan dan pendampingan. “Kami tidak hanya sekedar menertibkan, tapi juga membantu mencari solusi bagi masyarakat yang terdampak. Misalnya, untuk pedagang kaki lima, kami bekerja sama dengan dinas terkait untuk menyediakan lokasi alternatif yang lebih layak,” jelasnya.
Ke depan, Satpol PP Kutai Timur berencana untuk terus mengembangkan pendekatan humanis ini dengan menambahkan program-program edukatif dan pembinaan masyarakat. “Target kami adalah menciptakan ketertiban yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan,” tutup Fata.
Langkah transformatif ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat. Haji Ramli, salah seorang pedagang di Pasar Sangatta Selatan mengakui bahwa pendekatan baru ini lebih bisa diterima.
“Kami merasa dihargai karena diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum penertiban dilakukan,” ujarnya.(Q/Adv-Kominfo).
![]()

