KUTAI TIMUR – Komisi B DPRD Kutai Timur mengapresiasi langkah progresif Dinas Ketahanan Pangan dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan sepanjang tahun 2024, namun meminta penguatan sistem monitoring dan evaluasi untuk memastikan efektivitas program.

“Kami melihat upaya Dinas Ketahanan Pangan dalam mengembangkan SDM melalui enam kali pelatihan sebagai langkah yang tepat. Namun, DPRD memandang perlu adanya mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan hasil pelatihan benar-benar berdampak pada peningkatan ketahanan pangan daerah,” ungkap Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Yoseph Udau

Dewan menggarisbawahi pentingnya evaluasi berkala terhadap outcomes dari setiap pelatihan yang dilaksanakan. Terlebih dengan adanya rencana pembangunan kawasan terpadu ketahanan pangan seluas 4,7 hektar yang akan difungsikan sebagai area eduagrowisata dan pusat penelitian.

“Investasi dalam pengembangan SDM dan infrastruktur harus diimbangi dengan sistem monitoring yang baik. Kami mendorong Dinas untuk menyusun indikator keberhasilan yang terukur untuk setiap program pelatihan dan pengembangan kawasan terpadu,” tegasnya.

Anggota DPRD ini juga meminta Dinas Ketahanan Pangan untuk memperluas jangkauan pelatihan hingga ke tingkat desa dan melibatkan lebih banyak petani kecil. “Peningkatan kapasitas SDM harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya terpusat di kota,” imbuhnya.

Terkait rencana pengembangan kawasan terpadu, DPRD mendukung konsep ekonomi sirkular yang akan diterapkan, namun meminta adanya kajian mendalam tentang keberlanjutan program dan potensi dampak ekonominya bagi masyarakat sekitar.

“Kami akan mengawal program ini melalui fungsi pengawasan DPRD dan memastikan anggaran yang dialokasikan digunakan secara efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Q/Adv-DPRD)

Loading