KUTAI TIMUR – Maraknya penjualan BBM eceran melalui pertamini di Kutai Timur mendapat perhatian serius dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat. Lembaga ini mengingatkan tingginya risiko kebakaran akibat penggunaan peralatan tidak standar.
Kadisperindag Kutim, Nora Ramadani, melalui Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Bidang Perdagangan Disperindag Kutim, Doni Efriady, memperingatkan bahaya penggunaan mesin pertamini yang tidak berstandar dan tidak memiliki izin resmi dari Pertamina.
“Pertamini itu bukan dari Pertamina, tidak ada izin dan sangat berbahaya. Mereka pakai pompa air biasa dan simpan BBM di drum atau jerigen di atas tanah. Berbeda dengan SPBU yang punya tangki penyimpanan bawah tanah dengan sistem pengaman,” tegasnya.
Doni menjelaskan, sistem penyimpanan BBM di SPBU telah dirancang dengan standar keamanan tinggi. “Di SPBU, sekalipun yang kecil seperti Perta Shop, tangki penyimpanan BBM berada di bawah tanah. Jika terjadi kebakaran atau konslet, ada klep otomatis yang akan menutup untuk mencegah ledakan besar,” ungkapnya.
Sebaliknya, pertamini menggunakan peralatan seadanya tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan. “Mereka pakai pompa air untuk menyedot BBM. Silakan buka mesinnya, kalau bukan pompa air boleh ketuk kepala saya. Ini sangat berbahaya dan takaran literannya juga tidak pas,” tuturnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, SPBU resmi rutin dikalibrasi oleh tim Metrologi untuk memastikan akurasi takaran. “Setiap SPBU wajib tera ulang dua kali setahun. Kalau ada mesin yang sudah tua dan tidak standar, kami minta diganti,” jelasnya.
Doni membantah anggapan sebagian masyarakat bahwa SPBU sering bermain dengan takaran BBM. “Tidak ada manipulasi takaran. Kadang masyarakat merasa kurang karena mengisi full tank, padahal masih ada sisa BBM di selang yang belum masuk,” terangnya.
Untuk menghindari hal tersebut, dia menyarankan masyarakat mengisi BBM dengan jumlah nominal tertentu, bukan full tank. “Lebih baik isi Rp200 ribu atau Rp300 ribu, jangan full tank. Kalau nominal pasti, BBM yang disalurkan lebih akurat,” sarannya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM di SPBU resmi demi keamanan dan kepastian takaran. “Di SPBU takarannya pas, terjamin kualitasnya dan tidak tercampur bahan lain. Kalau beli eceran, selain literan kurang dan harga lebih mahal, juga berisiko tercampur bahan lain,” pungkasnya. (Q/Adv-Kominfo).
![]()

