KUTAI TIMUR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur mengintensifkan pengawasan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mencegah gejolak di tingkat konsumen.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kutim, Doni, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk memantau pergerakan harga secara rutin di lapangan.

“Kami memiliki staf yang bertugas melakukan monitoring di pasar-pasar setiap hari. Begitu terdeteksi adanya kenaikan harga, tim langsung berkoordinasi dengan para agen untuk mengecek ketersediaan stok,” jelasnya.

Doni mengatakan, pengawasan intensif ini meliputi pemantauan harga sembako dan barang kebutuhan pokok lainnya yang sering dikonsumsi masyarakat. Tim akan mencatat setiap perubahan harga yang terjadi dan melaporkannya ke pusat data Disperindag.

“Selain memantau harga, tim juga mengawasi ketersediaan stok di pedagang. Hal ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan yang bisa memicu kenaikan harga,” tambahnya.

Menurut Doni, hasil pemantauan ini menjadi dasar bagi Disperindag dalam mengambil kebijakan dan langkah strategis. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha terkait.

“Kami juga aktif berkomunikasi dengan para pedagang untuk mengetahui penyebab jika terjadi kenaikan harga. Dengan demikian, bisa segera diambil tindakan yang tepat,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengawasan harga ini juga bertujuan melindungi konsumen dari praktik-praktik yang merugikan. Tim di lapangan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait dugaan permainan harga oleh oknum tertentu.

“Masyarakat bisa melaporkan ke kami jika menemukan praktik-praktik yang mencurigakan atau kenaikan harga yang tidak wajar. Kami akan segera menindaklanjuti setiap laporan tersebut,” tegasnya.

Disperindag Kutim berharap dengan pengawasan yang intensif ini, stabilitas harga bahan pokok di pasaran bisa terjaga dengan baik. Hal ini penting untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada. (Q/Adv-Kominfo)

Loading