KUTAI TIMUR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur terus berupaya menekan angka inflasi yang saat ini berada di level 3,9 persen melalui program pasar murah. Program ini dijalankan secara rutin di berbagai kecamatan sebagai bentuk intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga.

Kadisperindag Kutim, Nora Ramadani, melalui Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Bidang Perdagangan Disperindag Kutim, Doni Efriady, mengatakan pasar murah rutin digelar setiap bulan di berbagai kecamatan dengan anggaran sekitar 300-400 juta per kegiatan. Setiap kegiatan menyediakan 2.335 paket sembako bersubsidi.

“Dalam satu paket senilai Rp300 ribu, masyarakat hanya membayar Rp100 ribu karena disubsidi pemerintah Rp200 ribu. Isinya ada 7 item termasuk beras, minyak, gula, susu dan mie instan,” jelasnya.

Doni menerangkan, sejak Januari 2024 hingga Oktober, sudah lebih dari 10 kali pasar murah digelar. Kegiatan ini menyasar kecamatan yang berpotensi terdampak inflasi seperti Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Rantau Pulung, Bengalon, Wahau dan Kongbeng.

“Ini program untuk mengatasi inflasi. Tujuannya menjaga stabilitas masyarakat dalam pembelian sembako. Walaupun di Kutim ini boleh dikatakan tidak ada yang miskin, tapi kami ingin daya beli masyarakat tetap terjangkau,” ungkapnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, pelaksanaan pasar murah melalui mekanisme yang ketat. Tim Disperindag berkoordinasi dengan pihak kecamatan tiga hari sebelum pelaksanaan untuk pendataan calon penerima.

“Kami tidak sembarangan. Ada verifikasi KTP dan KK untuk memastikan penerima adalah warga setempat. Kami juga koordinasi dengan kecamatan untuk mendata masyarakat yang benar-benar perlu dibantu,” tegasnya.

Tingginya inflasi di Kutim, menurut Doni, disebabkan ketergantungan terhadap pasokan bahan pokok dari luar daerah. “Kebutuhan sembako mayoritas masih didatangkan dari luar, terutama Sulawesi. Produksi lokal seperti beras masih terbatas,” tuturnya.

Menurutnya, Disperindag juga menggelar pasar murah di Sangkulirang. Selanjutnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kaubun, Bengalon dan Rantau Pulung.

“Kami fokus gelar pasar murah menjelang momen-momen tertentu seperti Ramadhan, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, karena pada saat-saat itu harga barang cenderung naik,” pungkasnya. (Q/Adv-Kominfo).

Loading