KUTAI TIMUR – Dalam rangka mempermudah rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama yakni UPT Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (Pustu) maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur akan membangun Rumah Sakit baru di Kecamatan Muara Wahau. Dimana, Rumah Sakit Muara Wahau akan melayani di 3 kecamatan terdekat yakni Kecamatan Wahau, Kecamatan Kongbeng, dan Kecamatan Telen.
Pasalnya sejauh ini ketiga kecamatan tersebut masih melakukan rujukan layanan kesehatan ke RSUD Kudungga Sangatta yang jarak tempuhnya 4-5 jam perjalanan menggunakan ambulance.
“Nantinya RSUD yang akan kami bangun disana (Wahau) akan melayani pelayanan kesehatan di daerah Wahau, Kongbeng, dan Telen jadi masyarakat disana tidak perlu lagi untuk mendapat rujukan sampai kesini (Sangatta) karena kasian juga jauh jarak tempuhnya,” ungkap Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal.
Pihaknya akan memulai pembangunan RS Muara Wahau pada tahun 2025 secara bertahap dengan rencana besar anggaran Rp35 miliar untuk gedung.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Kutim sudah memiliki 3 RSUD yang sudah aktif beroperasi melayani masyarakat diantaranya RSUD Kudungga Sangatta, RSUD Sangkulirang, dan RSUD Muara Bengkal.
RSUD Kudungga sendiri terletak di Jalan Sukarno Hatta, Sangatta, menjadi RSUD yang paling aktif dalam menerima rujukan Fasilitas Kesehatan (Faskes) dari wilayah kecamatan diluar Kecamatan Sangatta Utara salah satunya rujukan pasien dari Kecamatan Wahau.
Selanjutnya, RSUD Sangkulirang yang terletak di Jalan Wana Bhakti yang menjadi salah satu RSUD yang melayani rujukan Faskes lima kecamatan diantaranya Kecamatan Sangkulirang, Kecamatan Sandaran, Kecamatan Kaliorang, Kecamatan Kaubun dan Kecamatan Karangan.
Yang terakhir adalah RSUD Muara Bengkal sebagai RSUD yang baru beroperasi sejak awal tahun 2024 yang dipetakan sebagai RSUD yang melayani 5 kecamatan diantaranya Kecamatan Muara Bengkal, Kecamatan Muara Ancalong, Kecamatan Long Mesangat, Kecamatan Busang dan Kecamatan Batu Ampar.
“Saat ini kami sudah memiliki tiga RSUD yang aktif, sisa nanti kami bangunkan satu lagi tahun depan kalau tidak ada kendala. Jadi setiap zona di Kutim ini punya RSUD sebagai rujukan faskesnya masing-masing,” pungkasnya. (RI/Adv-Kominfo)
![]()

