KUTAI TIMUR – Komisi B DPRD Kutai Timur mendesak Pemerintah Daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung di empat kecamatan yang ditetapkan sebagai pusat destinasi wisata unggulan. Dewan menilai pengembangan kawasan wisata di Kaliorang, Karangan, Bengalon, dan Sangatta Selatan membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal aksesibilitas dan fasilitas dasar.

“Potensi wisata di empat kecamatan ini luar biasa, namun infrastruktur masih menjadi kendala utama. Kami mendorong Pemda untuk memprioritaskan pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung wisata dalam APBD Perubahan tahun ini,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kutai Timur, Muhammad Ali.

DPRD menurut Ali secara khusus menyoroti kawasan Sangkulirang Mangkalihat di Kecamatan Karangan yang berpotensi menjadi situs warisan dunia UNESCO. “Ini adalah aset berharga yang harus kita kelola dengan baik. Kami akan mengawal penganggaran untuk preservasi situs arkeologi dan pengembangan fasilitas pendukung wisata di kawasan ini,” tegasnya.

Dewan dari Fraksi Persatuan Pembangunan ini juga mendorong penguatan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. “Pokdarwis harus mendapat pelatihan dan pendampingan yang memadai. Kami akan mengalokasikan anggaran khusus untuk program capacity building bagi pengelola wisata lokal,” jelasnya.

Terkait pengembangan destinasi wisata di Teluk Prancis, Teluk Lombok, dan Teluk Singkama, DPRD meminta Pemda memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. “Pembangunan fasilitas wisata harus memperhatikan daya dukung lingkungan. Kami akan memastikan ada kajian lingkungan yang komprehensif sebelum pembangunan dilakukan,” tambahnya.

DPRD Kutim menurutnya berkomitmen mengawal implementasi program pengembangan wisata melalui fungsi pengawasan dan penganggaran. “Kami akan melakukan monitoring berkala dan evaluasi capaian program. Target menjadikan Kutim sebagai destinasi wisata unggulan harus didukung dengan kebijakan dan anggaran yang tepat,” pungkasnya. (Q/Adv-DPRD)

Loading