KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Yan, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan museum dan rumah sakit di wilayah Kutai Timur. Menurutnya, kedua proyek ini memiliki potensi manfaat yang besar bagi masyarakat, baik sebagai sarana edukasi maupun peningkatan layanan kesehatan. Namun, dirinya mengingatkan agar proyek-proyek besar tersebut tidak hanya dibangun, tetapi juga dikelola dengan baik agar tidak berakhir sia-sia seperti beberapa fasilitas pemerintahan lainnya yang saat ini tidak dimanfaatkan optimal.

Museum yang direncanakan akan berfungsi sebagai pusat pendidikan sejarah dan kebudayaan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik baru, sekaligus menambah wawasan masyarakat dan pelajar mengenai sejarah lokal.

“Kalau kami sih dukung saja untuk pembangunan yang seperti ini, karena itu kita anggap suatu hal yang baik bagi masa depan Kutai Timur. Mari kita bersama-sama mengawasi pelaksanaan nya aja sih. Bersama-sama juga kita mendorong pemerintah memanfaatkan secara maksimal fasilitas yang ada,” ucap Yan dalam wawancaranya di depan ruang hearing sekretariat DPRD Kutai Timur, pada Senin (4 November 2024).

Namun, ia mengatakan bahwa DPRD mendorong pemerintah untuk tetap memprioritaskan lembaga-lembaga atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih belum mempunyai kantor. Pasalnya, dengan ada nya program Presiden baru yakni penambahan atau peleburan kementrian dikhawatirkan akan muncul imbas dari pada hal tersebut.

“Contoh sekarang saya pikir, mungkin ada hal-hal tertentu nanti mereka (lembaga atau OPD) butuh kantor, dinas-dinas baru yang nanti akan muncul,” terangnya.

Selain museum, pembangunan rumah sakit di Muara Wahau juga menjadi prioritas untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah pedalaman. Namun kendala masih ada dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dokter spesialis yang masih kurang.

“Ini bukan masalah berapa besar biaya, ini bukan masalah mubazir. Namun ini masalah tuntutan masyarakat dan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat,” papar Wakil Ketua Fraksi gabungan Persatuan Indonesia Raya (PIR) tersebut.

Menurutnya, dengan hadirnya rumah sakit pertama di Kecamatan Muara Wahau tersebut akan membantu masyarakat di daerah sana, dan dengan anggaran Kutai Timur yang mencapai Rp14,8 triliun bukan menjadi suatu masalah untuk membangun rumah sakit dengan total anggaran Rp35 miliar.

“Rumah Sakit Umum juga ini kan sangat kurang sekali. Contohnya pada saat kita kena Covid-19 itu kan kita harus ke Samarinda sampai ke Balikpapan,” pungkasnya. (RH/Adv-DPRD)

Loading