KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah memiliki 21 unit Puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di bawah naungan Dinas Kesehatan Kutai Timur. Minimal di setiap kecamatan memiliki 1 unit Puskesmas yang melayani fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama di sekitarnya.
Akan tetapi, di wilayah yang dinilai cukup ramai atau padat penduduk bahkan wilayah yang luas, terdapat 2 unit Puskesmas per kecamatan, seperti Kecamatan Sangatta Utara ada Puskesmas Sangatta Utara dan Teluk Lingga. Lalu Kecamatan Bengalon ada Puskesmas Sepaso dan Puskesmas Tepian, di Kecamatan Muara Wahau ada Puskesmas Wahau I dan Wahau II.
“Alhamdulillah semua Puskesmas di Kutai Timur sudah terakreditasi 100 persen, dengan predikat yang berbeda-beda,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Bahrani Hasanal.
Lanjutnya, dari 21 Puskesmas tersebut telah terakreditasi dengan predikat paripurna sebanyak 16 Puskesmas, utama sebanyak 4 Puskesmas dan madya sebanyak 1 Puskesmas. Untuk mempertahankan predikat tersebut atau bahkan naik lagi di tahap berikutnya, pihaknya mengadakan evaluasi setiap tahun sesuai pencapaian akreditasi masing-masing Puskesmas.
Oleh sebab itu, saat ini Puskesmas di Kabupaten Kutai Timur tinggal mengimplementasikan apa yang didapat saat proses akreditasi.
“Kami mau realisasikan di Puskesmas sesuai hasil predikatnya, mulai dari fasilitas cuci tangannya, kemudian time responnya, keselamatan pasiennya, pencapaian program – program prioritasnya, dan lainnya,” jelasnya.
Paling tidak dalam setahun, pihaknya ada 2 kali pertemuan dengan Puskesmas untuk melakukan penilaian kinerja Puskesmas dengan kategori penilaian baik, sedang atau buruk.
“Kemarin sudah kita laksanakan yang kedua di Bandung, hasilnya 1 Puskesmas yang bagus dengan nilai 80 ke atas, lainnya cukup semua,” pungkasnya. (RI/Adv-Kominfo)
![]()

