KUTAI TIMUR – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur (Kutim) Agus Heri Kesuma alias AHK mengunjungi Dinas Kesehatan untuk membahas program dan persoalan stunting di Kabupaten Kutai Timur.

Dalam kunjungan tersebut Agus Heri Kusuma didampingi oleh Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Perekonomian dan Keuangan, Sulastin.

Dalam kesempatan tersebut, AHK kembali mengingatkan soal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selama tahapan Pilkada serentak 2024 berlangsung, apalagi di masa kampanye ini.

Selain itu, sesuai tugas pokok fungsi (tupoksi) Dinas Kesehatan, ia juga menekankan soal penurunan angka stunting di Kutai Timur.
“Saya mengingatkan stunting ini menjadi pembahasan dimana-mana dan sudah menjadi masalah utama yang harus kita selesaikan bersama terutama Dinas Kesehatan, karena yang paham betul penanganannya ya Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, masalah stunting ini harusnya sudah bisa dideteksi sejak dini dan bisa ditangani juga sejak awal, jangan sampai sudah menjadi stunting baru semuanya sibuk mengatasi dan mengobati.

Sebab stunting juga ada masa pra stunting atau anak-anak yang beresiko terkena stunting, maka Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait harus sudah mengidentifikasi dan menangani sesuai prosedur sejak masa tersebut.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi Dinas Kesehatan Kutim yang bisa menurunkan angka prevalensi stunting, yakni berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) sekitar 16 persen, sehingga ia yakin kedepannya bisa jauh lebih baik lagi.

“Setiap tahun bahkan data terakhir yang ditunjukkan angka stunting ini terus menurun di Kabupaten Kutai Timur, berarti Dinas Kesehatan sudah berupaya bekerja semaksimal mungkin dalam menurunkannya. Jadi harus kita apresiasi untuk kinerja yang luar biasa,” pungkasnya. (RI/Adv-Kominfo)

Loading