KUTAI TIMUR – Dinas kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk penambahan tenaga kesehatan berupa dokter spesialis.

Dimana, dokter spesialis tersebut akan ditempatkan di sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di luar Kota Sangatta.

Pasalnya, 2 dari 3 RSUD di Kutim yakni RSUD Muara Bengkal dan RSUD Sangkulirang masih membutuhkan dokter spesialis untuk mengisi sejumlah posisi yang dibutuhkan agar pelayanan kesehatan lebih maksimal.

“Saat ini RSUD Muara Bengkal dan RSUD Sangkulirang masih butuh tenaga kesehatan terutama dokter spesialis, sehingga kami bekerja sama dengan Kemenkes RI,” ucap Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal.

Ia mengatakan saat ini Kutai Timur masih krisis dokter spesialis, sebab upah yang diterima masih belum sesuai dengan lokasi penempatan.
Oleh sebab itu pihaknya mengupayakan kenaikan upah untuk dokter-dokter spesialis yang mau ditempatkan di RSUD Sangkulirang dan Muara Bengkal.

“Kebanyakan dokter spesialis saat kami tawari mereka nolak soalnya di tempat mereka sekarang di RS Swasta yang berada tengah kota upahnya juga segitu jadi mereka berpikir 2 kali jika ditempatkan di luar Kota Sangatta,” tambahnya.

Upaya tersebut dilakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI terkait Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) sehingga nantinya pihak Kemenkes RI akan ikut membantu membiayai dokter spesialis.

Secara teknis, pihak Kemenkes RI akan memberikan upah dasar sebesar Rp15 juta dan akan ditambah oleh Dinkes Kutim sebanyak Rp45 juta sehingga totalnya kurang lebih Rp60 juta bahkan bisa lebih sesuai dengan kinerja dokter tersebut.

“Diharapkan dengan program ini tidak ada lagi dokter spesialis yang mengeluh jika ditempatkan di luar Sangatta dengan alasan upahnya lebih sedikit ketimbang RS swasta di Kota Sangatta,” tuturnya. (RI/Adv-Kominfo)

Loading