KUTAI TIMUR – Komisi C DPRD Kutai Timur menilai konsentrasi destinasi wisata di Kecamatan Kaliorang dan Karangan yang mencapai 85 lokasi memerlukan dukungan anggaran yang lebih besar untuk pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM. Hal ini disampaikan menyusul laporan Dinas Pariwisata tentang potensi wisata di kedua kecamatan tersebut.

“Kami melihat potensi yang luar biasa di Kaliorang dan Karangan, dengan total 85 destinasi wisata yang mencakup wisata alam, budaya, dan sejarah. Namun, infrastruktur pendukung masih perlu ditingkatkan secara signifikan. DPRD akan mendorong alokasi anggaran yang lebih besar dalam APBD perubahan tahun ini,” ungkap anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, dr Novel Tyty Paembonan.

Legislator ini mengapresiasi upaya Dinas Pariwisata dalam pengembangan SDM melalui pelatihan 200 pelaku wisata, namun menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur dasar. “Ketersediaan akses jalan, listrik, dan air bersih di lokasi wisata harus menjadi prioritas. Kami juga mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) khusus pariwisata di setiap desa yang memiliki potensi wisata,” tambahnya.

Anggota DPRD ini juga menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi wisata. “Pengembangan wisata harus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar. Kami akan mengawal program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat agar mereka bisa menjadi pengelola destinasi wisata yang profesional,” jelasnya.

Dewan mendukung rencana Dinas Pariwisata untuk mengembangkan paket wisata terintegrasi, namun meminta agar melibatkan pelaku usaha lokal dalam penyusunannya. “Paket wisata harus menguntungkan ekonomi lokal, bukan hanya travel agent dari luar daerah,” tegasnya.

“Kami juga mendorong Dinas Pariwisata untuk memperkuat promosi digital dan membuat calendar of event tahunan. Kutai Timur memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan di Kalimantan Timur, dan DPRD siap mendukung dari sisi regulasi dan penganggaran,” pungkasnya. (Q/Adv-DPRD)

Loading