KUTAI TIMUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur menyoroti pentingnya penguatan anggaran untuk pengembangan sektor pariwisata, menyusul laporan Dinas Pariwisata yang mencatat lebih dari 200 destinasi wisata di wilayah tersebut. Menurut pandangan dewan, potensi pariwisata yang besar ini perlu didukung dengan infrastruktur memadai dan strategi pengembangan yang terencana.

“Kami dari Komisi C DPRD Kutai Timur sangat mengapresiasi kinerja Dinas Pariwisata yang telah mendata dan mulai mengembangkan 170 destinasi wisata. Namun, kami melihat masih perlu penguatan dari sisi anggaran untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung,” ujar anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Joni.

Anggota DPRD ini menilai kawasan Sangkulirang Mangkalihat dengan 40 gua bersejarahnya memiliki potensi untuk diusulkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. “Kami akan mendorong pengalokasian anggaran khusus untuk kajian dan pengembangan kawasan ini melalui APBD,” tambahnya.

Anggota dewan ini juga menyoroti pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi wisata. “Target kunjungan 100.000 wisatawan pada 2024 harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar objek wisata. Kami akan mengawal program pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata,” jelasnya.

DPRD Kutai Timur, menurut Joni, berkomitmen mengawal pembahasan anggaran untuk pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet umum, gazebo, dan area parkir, yang saat ini sedang dikerjakan. “Kami juga mendorong Pemkab untuk memperkuat promosi wisata dan membuka akses investasi di sektor pariwisata dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kutai Timur melaporkan peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 30 persen pada 2023, mencapai 50.000 pengunjung. Angka ini diharapkan bisa mencapai 100.000 pengunjung pada 2024 melalui berbagai program pengembangan yang didukung penuh oleh DPRD Kutai Timur. (Q/Adv-DPRD)

Loading