KUTAI TIMUR – Program Internet Desa di Kabupaten Kutai Timur telah berjalan sejak tahun lalu secara bertahap hingga mencapai total 141 Kantor Desa/Kelurahan menikmati layanan tersebut.

Internet Desa merupakan salah satu program unggulan yang mengawali konsep Smart City di Kabupaten Kutai Timur. Akan tetapi, Internet Desa diberikan hanya di Kantor Desa yang tidak dapat menjangkau seluruh wilayah di desa tersebut.

Alternatifnya, sebagian desa yang mempersilahkan warganya untuk menikmati internet desa dengan gratis di Kantor Desa/Kelurahan.

“Kalau berbicara Internet Desa sudah tuntas di 141 desa/kelurahan dan 18 kecamatan, tetapi internet ini hanya digunakan di kantornya saja untuk keperluan pelayanan kepada masyarakat,” kata Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonnar Hamonangan Siburian.

Adapun untuk area blank spot di Kabupaten Kutai Timur memang masih ada, seperti di Desa Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandaran ujung.

Untuk menangani hal tersebut sudah bukan kendali Diskominfo Staper Kutim, sebab internet juga menggunakan provider yang berbasis perusahaan dan tentunya mempertimbangkan profitnya.

Walaupun Pemerintah Kutai Timur mendorong terbangunnya tower internet di area blank spot tersebut, tetapi pengguna alias masyarakatnya tidak banyak, maka provider pun juga akan mempertimbangkan profitnya.

“Masalahnya mereka (provider) akan mempertimbangkan bisnis juga. Ada berapa rumah yang tinggal di area tersebut?. Berapa jumlah warga disana?. Itu akan masuk dalam perhitungan mereka (provider) dalam membangun tower,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya masih mencari solusi yang terbaik untuk area-area tertentu yang masih blank spot dan ternyata ada beberapa warga yang tinggal di tempat tersebut. “Sementara ini masih belum bisa berbuat banyak, mungkin tahun depan akan kami rumuskan bagaimana solusinya,” pungkasnya. (RI/Adv-Kominfo)

Loading