BALIKPAPAN – Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur resmi ditutup pada Jumat (19/7/2024) oleh Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, di Meeting Room Hotel Golden Tulip, Balikpapan. Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas kader dan penyuluh di lapangan.

Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, mengapresiasi upaya DPPKB dalam mengadakan Bimtek ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif DPPKB Kutai Timur yang mengadakan Bimtek untuk meningkatkan kemampuan dan koordinasi kader di lapangan. Ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sinergi antar lini dalam upaya penurunan angka stunting,” ujar Joni.

Joni menambahkan bahwa DPRD Kutai Timur akan terus mendukung program-program yang berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. “Kader dan penyuluh adalah ujung tombak di lapangan. Mereka harus dibekali dengan ilmu dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dengan optimal,” lanjutnya.

Ketua Komisi B DPRD Kutim, Hepnie Armansyah, menekankan pentingnya keberlanjutan program Bimtek. “Program ini harus berkelanjutan. Kami dari DPRD akan mengawal agar program ini tidak berhenti di sini, tetapi juga berlanjut dengan evaluasi dan tindak lanjut yang jelas,” ungkapnya.

DPRD Kutai Timur berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kolaborasi antar pihak untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menurunkan angka stunting secara signifikan. “Kami juga akan memperjuangkan kesejahteraan para kader dan penyuluh selama sesuai dengan peraturan yang ada,” tambahnya.

Achmad Junaidi berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan kader dan penyuluh melalui koordinasi lintas instansi. “Jika tugas pokok dan fungsi ada di Dinas PPKB, kami akan berjuang untuk para kader. Jika tidak, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait yang membawahi kader ini,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Junaidi menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antar peserta untuk menghindari miskomunikasi di lapangan. “Bimtek ini bukan sekadar kegiatan, tetapi harus berkelanjutan. Kita harus kerja, kerja, dan kerja,” tegas Junaidi.

Junaidi juga mengapresiasi peserta yang mengikuti kegiatan hingga akhir dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan. “Semoga saat pulang nanti, peserta dalam keadaan sehat dan dengan wawasan baru,” tutupnya.

Bimtek tersebut diikuti oleh 105 kader, termasuk 35 peserta dari Kader Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan 70 kader dari Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), yaitu Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD. Tema Bimtek untuk Kader Kampung KB adalah “Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas Dalam Rangka Penurunan Angka Stunting”, sedangkan untuk kader IMP, tema Bimtek adalah “Optimalisasi Peran Kader IMP, PPKBD, dan Sub PPKBD Dalam Capaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting”. (Adv-DPRD/RH)

Loading