KUTAI TIMUR – Dalam upaya meningkatkan sistem pemadam kebakaran di daerahnya, DPRD Kabupaten Kutai Timur baru saja melakukan kunjungan kerja ke Solo dan Surakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk menelaah dan mengevaluasi praktik pengelolaan pemadam kebakaran yang telah diterapkan di kedua kota tersebut. Dengan harapan dapat mengadopsi metode yang terbukti efektif dan efisien, DPRD Kutai Timur berharap hasil kunjungan ini dapat memberikan solusi konkret untuk memperbaiki sistem pemadam kebakaran di wilayah mereka.
Selama kunjungan, anggota DPRD Kutai Timur, Sobirin Bagus, mengungkapkan beberapa temuan penting dari evaluasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa ada perbedaan mencolok antara sistem yang diterapkan di Solo dan Surakarta dengan yang ada di Kutai Timur. “Perbedaan paling mencolok adalah Solo dan Surakarta sudah mengadopsi sistem ini sejak tahun 2019, sedangkan kami masih berada pada tahap perencanaan,” kata Sobirin.
Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah penggunaan mobil pemadam kebakaran bertangga. Sobirin menjelaskan, “Kami mendapati bahwa mobil bertangga ini, meskipun terlihat canggih, ternyata tidak seefektif yang diharapkan. Mobil ini sering mengalami kerusakan dan memerlukan biaya operasional yang tinggi,” unkapnya.
Di sisi lain, Sobirin memberikan pujian terhadap efektivitas peralatan high pressure yang digunakan di Solo dan Surakarta. “Peralatan high pressure yang mereka gunakan terbukti sangat efektif dalam pemadaman kebakaran. Ini adalah sesuatu yang bisa kita pertimbangkan untuk diterapkan di Kutai Timur,” tambahnya.
Sobirin juga mengapresiasi fasilitas kebugaran yang tersedia di kantor pemadam kebakaran di Solo dan Surakarta. “Fasilitas kebugaran yang mereka sediakan sangat lengkap. Ini penting untuk menjaga kondisi fisik petugas pemadam kebakaran agar selalu dalam keadaan prima,” sahutnya.
Temuan lain yang menarik adalah adanya koperasi di lingkungan kantor pemadam kebakaran yang melayani karyawan dan masyarakat sekitar dengan harga terjangkau. “Koperasi ini menyediakan barang-barang kebutuhan dengan harga murah untuk karyawan dan masyarakat sekitar. Namun, barang-barang ini hanya untuk dikonsumsi, bukan untuk dijual kembali,” jelas Sobirin.
Berdasarkan hasil kunjungan ini, DPRD Kutai Timur berencana untuk mengajukan beberapa rekomendasi kepada pemerintah daerah. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan fasilitas dan peralatan pemadam kebakaran, penyediaan fasilitas kebugaran untuk petugas, pembentukan koperasi serupa, serta pengembangan sistem insentif untuk relawan.
“Kami berharap hasil kunjungan ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan sistem pemadam kebakaran di Kutai Timur,” tutup Sobirin. (Adv-DPRD/One)
![]()

