KUTAI TIMUR – Kehidupan seringkali membawa seseorang melewati berbagai liku-liku dan kejutan yang tak terduga. Kisah hidup Joni, pria kelahiran Kutai pada 14 Mei 1971, adalah contoh nyata bagaimana ketekunan dan kerja keras dapat mengantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan. Kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Joni memulai perjalanannya dari seorang perantau hingga menjadi tokoh penting di daerah tersebut.

Joni memutuskan untuk merantau ke Kutai Timur pada tahun 1996. Saat itu, ia membawa harapan besar untuk mengubah nasibnya dan memberikan kontribusi bagi daerah yang baru ia tempati. “Saya datang ke Kutai Timur dengan tekad untuk bekerja keras dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Joni dalam sebuah wawancara. Keputusan besar tersebut ternyata menjadi awal dari perjalanan panjang dan penuh liku menuju karir politik yang gemilang.

Terjun ke dunia politik, Joni bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketekunan dan dedikasinya dalam berorganisasi membuahkan hasil, hingga akhirnya ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kutai Timur. Posisi ini menjadi batu loncatan penting bagi Joni untuk meniti karir politik yang lebih tinggi. “Menjadi Sekretaris DPC PPP adalah titik awal yang sangat penting bagi saya untuk memahami dinamika politik dan kebutuhan masyarakat Kutai Timur,” jelas Joni.

Seiring berjalannya waktu, Joni terus mengasah kemampuan dan memperluas jaringan politiknya. Usahanya tidak sia-sia, pada 5 November 2020, ia dilantik sebagai Ketua DPRD Kutai Timur untuk periode 2019-2024, menggantikan Uncek UR Firgasih. Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung DPRD Kutai Timur, menandai babak baru dalam perjalanan karir politiknya. “Dilantik sebagai Ketua DPRD adalah kehormatan besar bagi saya. Ini bukan hanya tentang jabatan, tapi tentang tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat,” kata Joni dengan penuh semangat.

Kini, di usia 52 tahun, Joni tinggal di Masalap Ilir Blok I RT. 10, Desa Mukti Jaya, Kecamatan Rantau Pulung. Meski telah mencapai posisi puncak di DPRD, Joni tetap berusaha dekat dengan masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka. “Kedekatan dengan masyarakat adalah kunci untuk memahami masalah dan menemukan solusi yang tepat,” tambahnya.

Kisah perjalanan Joni dari seorang perantau hingga menjadi Ketua DPRD Kutai Timur menunjukkan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dedikasi, seseorang dapat meraih sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Joni berharap kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda di Kutai Timur dan sekitarnya untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar mimpi. “Saya ingin anak-anak muda tahu bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan berdoa,” tutup Joni dengan penuh harapan. (Adv-DPRD/One)

Loading