KUTAI TIMUR – Tiga misi besar akan diperjuangkan oleh Agusriansyah Ridwan saat dirinya duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim, usai lolos dalam Pemilu 2024. Dia mewakili masyarakat dari tiga kabupaten yakni Berau, Kutai Timur dan Bontang.
“Ada tiga misi yang menjadi tagline saya, yang akan coba diperjuangkan di provinsi nanti,” ujarnya.
Pertama, misi persaudaraan, di mana dalam sebuah proses pembangunan perlu adanya kondusi aman bagi seluruh elemen masyarakat, di tengah kultur dan budaya yang cukup beragam di provinsi yang terbagi menjadi 10 kabupaten/kota ini.
“Kita tahu bersama, perbedaan itu adalah rahmat atau kekuatan yang bertujuan untuk menjadi satu, dalam upaya memajukan Kalimantan Timur,” ucap pria yang masih aktif sebagai Anggota Komisi D (Bidang Kesejahteranaan Rakyat) DPRD Kutai Timur ini.
Misi kedua yang akan coba diperjuangkan oleh politisi dari PKS ini adalah kemanusiaan. Menurutnya, pemenuhan hak asasi manusia menjadi salah satu landasan penting, baik dalam perumusan perencanaan maupun dalam proses pembangunan sebuah wilayah.
“Dalam prespektif pembangunan, prespektif perseorangan, komunitas harus benar-benar dilindungi, baik itu sisi penganggaran, legislasi dalam proses pembentukan peraturan daerah yang nantinya diimplementasikan di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Misi terakhir, yakni mengenai integritas. Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai guru ini berharap, kehadirannya di DPRD Provinsi Kaltim mampu berkontribusi dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan harapan agar nantinya dalam setiap proses pembangunan mereka tidak hanya sebatas memberikan kritik serta masukan yang konstruktif. Namun juga menjadi pribadi yang memiliki integeritas dan kecakapan dalam membangun Kaltim ke depan.
“Dengan adanya IKN juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita di Kaltim. Tiga tagline yang sudah saya bawa sejak menjadi anggota DPRD bisa dielaborasi yang bisa diejawantahkan dalam sebuah kebijakan dalam upaya mengelola sumber daya alam maupun peningkatan sumber daya manusia,” ungkapnya. (Adv-DPRD/Tj)
![]()

