KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi ASN untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia mengimbau agar tidak hanya kompetensi individu ASN yang diperhatikan, tetapi juga memperkuat kompetensi organisasi secara menyeluruh melalui optimalisasi koordinasi antar perangkat daerah.

Hal ini menyusul kegiatan “Expose Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur” yang digelar BKPSDM bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (PPKDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Ruang Damar GSG Bukit Pelangi belum lama ini.

Anggota Komisi A DPRD Kutim ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan hasil expose. Data dan rekomendasi expose ini, menurutnya, harus diikuti dengan penyusunan program pengembangan kompetensi yang terukur, didukung anggaran memadai dan melibatkan partisipasi publik agar tepat sasaran.

“Pengembangan kompetensi ASN harus menjadi prioritas agar pelayanan publik dapat ditingkatkan. DPRD akan mengawal agar hasil expose ini ditindaklanjuti dengan program pengembangan kompetensi yang efektif,” ujarnya.

Dari pihak eksekutif, Bupati Ardiansyah berkomitmen akan terus memantau perkembangan kompetensi ASN. “Saya akan memastikan BKPSDM dapat memberikan pengarahan jika kompetensi organisasi dinilai masih kurang. Kuncinya adalah membangun teamwork dan koordinasi yang solid dari bawah hingga atas,” imbuhnya.

Selain itu, Kepala PPPKDOD LAN RI, Muhammad Aswad, menyoroti bahwa kompetensi individu ASN Kutim lebih menonjol dibandingkan kompetensi di tubuh organisasi. “Organisasi seharusnya mampu memperbaiki dan meningkatkan kinerja ASN. Ke depan, rancangan Permenpan RB tentang kompetensi ASN akan mengatur hal ini,” paparnya. (Adv-DPRD/Q)

Loading