KUTAI TIMUR – Festival 3 Teluk yang menggabungkan tiga objek wisata pantai andalan di Kecamatan Sangatta Selatan (Sangsel) yakni Teluk Lombok, Teluk Singkama dan Teluk Perancis resmi dibuka Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman, Kamis (16/11/2023). Festival ini menjadi inisiatif sekaligus terobosan pengembangan sektor pariwisata di Kutim yang dilakukan Pemkab melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim.

Kepala Dispar Kutim, Nurullah, mengatakan, kegiatan ini akan berakhir pada 19 November 2023 mendatang. Festival ini turut digelar beberapa kegiatan seperti lomba stan kreatif, bola voli, camping (kemah) bersama, mancing, layang-Layang, kuliner Ikan, lomba perahu hias dan menyanyi.

“Kegiatan ini turut mendukung Wonderful Indonesia, tagline dari Kemenparekraf RI,” tegasnya.

Nurullah berharap kunjungan wisata di tiga teluk ini bisa meningkat. Terlebih karena beberapa waktu lalu Indonesia dilanda COVID-19. Untuk itu, ini merupakan bagian dari unggulan destinasi wisata Kaltim.

“Pariwisata Maju Ekonomi Bangkit, Pariwisata Maju Masyarakat Sejahtera,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi kesatuan event yang isinya ada berbagai aktivitas lomba-lomba hingga kegiatan lainnya. Dengan tujuan menarik sekaligus meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Kutim.

Festival 3 Teluk ini langsung dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Kepala Dispar Kutim Nurullah, Camat Sangsel Abas, Camat Sangatta Utara Hasdiah hingga jajaran Forkopincam yang hadir di Kawasan Pantai Teluk Lombok.

Dalam sambutannya membuka kegiatan, Bupati Ardiansyah bercerita bahwa kontribusi ke negara yang besar adalah perkebunan sawit, minerba hingga pariwisata. Kutim memiliki semua potensi itu dalam mendukung pembangunan nasional. Kutim pun menjadi salah satu daerah yang memiliki kemampuan penopang ekonomi nasional sebagai superhub sesuai dengan RPJPD 2025-2045.

“PAD kita menembus Rp700 miliar itu masih dari batubara, padahal pertambangan tak masuk dalam rancangan pembangunan RPJPD. Ke depan batubara akan dihilangkan, 2050 akan dieliminasi dan di 2030, eksploitasi batubara sudah mulai dikurangi. Nah, pertanyaannya apakah Kutim sudah siap menghadapi hal itu?,” tanya Ardiansyah.

“Jawabannya siap!. Caranya dengan melaksanakan segala program untuk meningkatkan industri pariwisata dengan melibatkan investor. Jika hanya di level kabupaten, maka kegiatan hanya akan mampu menumbuhkan ekonomi kreatif,” tambahnya.

Kemudian sektor pertanian juga terus digalakkan, tak hanya ekspor hasil bumi tapi juga mendorong berdirinya industri pertanian modern. Sehingga juga menyerap tenaga kerja (naker) formal melalui industri kreatif dari hasil pertanian. Belum lagi, Kutim potensi pengolahan udang beku untuk industri perikanan dan kelautan di Kutim untuk menyerap naker. Dilanjutkan industri peternakan yang hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan daging di pasar dan masyarakat.

Berikutnya, guest house, restoran terapung hingga homestay bisa menjadi peluang sektor industri pariwisata. Jadi, pariwisata ini pastinya memicu perkembangan industri kreatif dan kegiatan perekonomian lainnya.

“Harapan melalui festival ini, 3 teluk ini semakin dikenal. Mudah-mudahan ke depan menjadi destinasi wisata yang menggairahkan,” harapnya. (Adv/Kominfo/Fj).

Loading