KUTAI TIMUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang fokus memonitoring dan memantau pengerjaan proyek yang sedang dikerjakan. Khususnya proyek yang memiliki nilai anggaran besar dan dikerjakan secara multiyears.
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yuli Sa’pang, membenarkan hal tersebut. Ia yang berada di Dapil II Kutai Timur yang meliputi Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Rantau Pulung, Bengalon itu mengaku bahwa saat ini proyek besar yang pengerjaannya multiyears sedang berlangsung.
Secara berkala, pihaknya meninjau ke sejumlah titik lokasi pembangunan untuk memantau progres pengerjaannya.
“Yang di dapil saya sekarang di dapil II, kebanyakan proyek pembangunan sudah mulai berjalan. Utamanya, proyek-proyek yang multiyears, alias tidak dikerjakan dalam kurun waktu satu tahun selesai,” ucapnya.
Yuli Sa’pang mencontohkan, beberapa ruas jalan yang dikerjakan dengan skema multiyears ini meliputi proyek pembangunan jalan dari Muara Pantun IV sampai Muara Pantun V, Pembangunan jalan Kampung Baturedi, dan pembangunan jalan dari SP 1–Desa Jabdan. Dari pembangunan jalan ini, ada yang semenisasi, ada juga yang masih pengerasan.
Pembangunan proyek multiyears di Dapil II Kutai Timur merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kalau nilainya berapa persisnya, saya tidak tau ya. Kami hanya mendorong Pemkab. Program semacam ini harus berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dan menunggak taraf ekonominya,” terangnya.
Sekedar diketahui, sebelumnya, DPRD Kutai Timur telah menyetujui masuknya kembali 18 proyek masa lalu yang belum selesai dikerjakan menjadi proyek multiyears yang dimulai sejak anggaran APBD Perubahan hingga APBD tahun 2024. Pemerintah Kutai Timur, DPRD dan Pemkab, sudah menghitung alokasi anggaran yang diperlukan bagi 18 proyek itu selesai pada tahun 2024. Totalnya ditaksir mencapai Rp735 miliar. (Adv/DPRD/Ne)
![]()

