KUTAI TIMUR – Pesta Demokrasi lima tahunan yang akan digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia akan segera bergulir. Berkaca pada pemilihan sebelumnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah agar pelaksanaan Pemilu yang akan di mulai pada tahun 2024 mendatang bisa berjalan dengan tertib aman dan bisa menghasilkan para pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat.

“Pemilu lalu banyak meninggalkan pilu dan pelajaran berharga bagi negara kita ini, salah satunya dengan banyaknya korban yang meninggal. Saya harap ini tidak terjadi pada pemilu kali ini,” ujar anggota DPRD Kutim, Basti Sanggalangi.

Meskipun tidak dipungkiri, dalam setiap proses pemilu yang dilaksanakan, permasalahan akan terus terjadi dan tidak bisa dihindari. Namun Politisi dari Partai Amanat Nasional ini berharap, Pemilu yang akan dimulai pada Februari 2024 mendatang ini bisa berlangsung dengan aman dan demokratis dengan tetap mengedepankan sikap jujur dan adil oleh masing-masing calon.

“Kita harus berikan edukasi kepada masyarakat, bagaimana memilih seorang pemimpin. Termasuk menghindari politik uang. Ini yang harus dihindari,” ujarnya.

Menurutnya, kontestasi pemilu menjadi ajang untuk unjuk gagasan dan program yang akan diperjuangkan menjadi dasar untuk pembangunan lima tahun mendatang oleh setiap calon. Baik itu legislatif, kepala daerah, termasuk presiden.

“Ini menjadi tugas kita bersama. Bagaimana proses demokrasi ini bisa berjalan dan sesuai dengan harapan kita sebagai bangsa Indonesia untuk mewujudkan pemilu yang aman dan demokratis,” pungkasnya. (Adv/DPRD/Tj)

Loading