KUTAI TIMUR – Ada 6 ciri-ciri pemberdayaan masyarakat menurut Komisi A DPRD Kutim, yakni adanya Community leader, organization, fund, material, Knowledge dan technology. 6 ciri tersebut mempunyai peranan penting dalam perberdayaan masyarakat.
Seperti community leader yakni adanya petugas yang membidangi dan dapat berkoordinasi terkait pemberdayaan yang hendak dilakukan. Begitu juga community organization yang dicontohkan seperti halnya karang taruna, PKK, majelis taklim yang bisa menjadi mitra kerja dalam proses pemberdayaan
Hal tersebut diutarakan oleh anggota Komisi A DPRD Kutim, H Hasbullah Yusuf, dalam sesi wawancara mengenai pemberdayaan masyarakat yang menjadi isu yang sering dilepaskan oleh masyarakat yang menginginkan adanya peningkatan dalam hal pemberdayaan. Dirinya juga meyakini bahwa keenam ciri tersebut dimiliki oleh Kutim.
“Anggaran, potensi daerah, SDM dan keinginan untuk melakukan hal tersebut lebih optimal dimiliki oleh Kutim, tinggal didorong untuk melakukan realisasi yang lebih optimal kedepannya,” katanya.
Hasbullah juga menyampaikan bahwa tujuan dari pemberdayaan yang dilakukan juga harus diklasifikasikan dengan baik, sehingga pemberdayaan yang dilakukan juga dapat berdampak secara maksimal sesuai arah yang dikehendaki pemerintah.
Karena menurutnya, pemberdayaan itu sendiri memang beragam tujuan dan manfaat yang dicapai. Semisal terkait kelembagaan, dilakukan banyak bimtek, peningkatan kapasitas SDM di OPD. Hal tersebut bertujuan untuk perbaikan kelembagaan yang berdampak pada pelayanan masyarakat dan integritas dari ASN.
“Sepengetahuan saya ada 6 tujuan yakni, better institusion, bussines, income, environment, living dan community. Saat ini dalam pengamatan saya di Komisi A, Pemkab Kutim tengah menyasar 3 diantara 6 tujuan itu, yakni instansi yang baik, lingkungan yang terjaga dan juga standart hidup masyarakat yang baik. Itu tentunya perlu kerja keras dan layak mendapat dukungan,” tegasnya. (Adv/DPRD/Q).
![]()

