KUTAI TIMUR – Pembangunan jalan penghubung yang berada di Kecamatan Kaliorang yang sempat menimbulkan polemik ditengah masyarakat beberapa waktu lalu, akhirnya terealisasi setelah Bupati Kutim, Ardiasnyah Sulaiman, melakukan Ground Breaking pembangunan jalan sepanjang 8,05 kilometer, pada (06/11) lalu.
Pembangunan Infrastruktur dasar yang menjadi impian masyarakat selama ini akhirnya bisa segera dirasakan. Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPRD Kutim, Adi Sutianto, saat ditemui awak media disela kegiatan Rapat Paripurna, pada Rabu (08/11/2023). Menurutnya pembangunan jalan yang menghabiskan anggaran senilai Rp63,2 milyar tersebut menjadi satu jawaban dari pemerintah kepada masyarakat.
“Kan sempat ada isu ditengah masyarakat bahwa ini (pembanguan jalan) tidak jadi, tapi sekarang alhamdulillah sudah berjalan,” ujarnya.
Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kutim ini mengaku optimis, pembangunan jalan yang pembiayaanya menggunakan skema tahun jamak ini bisa segera selesai dan dinikmati oleh masyarakat, mengingat daya dukung terutama bahan baku material tersedia dan mudah dijangkau oleh kontraktor di lapangan.
“Dan saya pikir sudah tidak ada alasan kalau pembangunan ini tidak selesai,” pungkasnya.
Diketahui, Bupati Ardiansyah melakukan ground breaking yang menandai dimulainya pembanguan jalan dari simpang 4 Kaliorang menuju simpang 3 Bangun Jaya yang akan dikerjakan dengan skema pembiayaan tahun jamak hingga 2024 mendatang. Secara data teknis, jalan sepanjang 8,05 kilometer ini hanya akan efektif dikerjakan sepanjang 7,2 kilometer. Adapun pelaksanaan pembangunan jalan tersebut yakni PT Karya Pare Sejahtera, yang didampingi oleh konsultan Pengawas dari PT Tema Karya Mandini. (Adv/DPRD/Ne).
![]()

