KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) beberapa waktu lalu mendapatkan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2023 dengan kategori Madya, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Penghargaan tersebut dikhususkan kepada kabupaten/kota yang telah melakukan upaya keras untuk menggerakan wilayahnya dalam mewujudkan KLA.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kutim, dr Novel Tyty Paembonan, mengaku bersyukur. Meskipun menjadi salah satu kabupaten yang masuk dalam kategori layak anak, namun dirinya berharap pemerintah dan masyarakat tidak cepat merasa berpuas diri dengan raihan penghargaan tersebut.
“Masih banyak pekerjaan rumah kita yang harus diselesaikan, yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak, baik dari segi pendidikan, kekerasan anak yang masih sering kita tamui ditengah masyarakat. Ini ni harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah didukung oleh masyakat juga harus ikut andil dan bertanggung jawab dalam memberikan perhatian kepada generasi penerus pembangunan ini, termasuk memberikan kesempatan atau wadah kepada anak untuk bisa menyalurkan bakat dan ajang untuk mengeksprsikan diri, yang bertujuan untuk menggali ide-ide yang ada dalam benak dan pikirannya sehingga mereka akan terlatih untuk berpikir kreatif dan inovatif.
“Kalau mereka tidak bisa menyalurkan bakat dan kreativitasnya, niscaya mereka bisa terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif,” imbuhnya.
Berkaitan dengan predikat KLA yang diterima kabupaten yang baru saja berusia ke 24 ini, menjadi salah satu langkah konkret yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan terhadap anak. Namun dirinya menegaskan, pemerintah tetap harus mendorong dan memberikan perhatian secara khusus kepada anak-anak terutama dalam melindungi dan memajukan kesejahteraannya.(Adv/DPRD/Tj).
![]()

