KUTAI TIMUR – Pemkab Kutim langsung kembali menunjukan komitmennya dalam mewujudkan listrik untuk masyarakat. Desa Melan langsung terang benderang 24 jam. Penyalaan perdana listrik secara simbolis dilakukan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di salah satu rumah warga di Desa Melan, Kecamatan Long Mesangat, belum lama ini.

Momen ini menjadi salah satu upaya merealisasikan visi “Menata Kutim Sejahtera untuk Semua” yang diusung Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dan Wakil Bupati, Kasmidi Bulang, adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya adalah listrik hingga ke pelosok kabupaten.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, pun mengucapkan selamat kepada warga Desa Melan yang kini sudah menikmati listrik 24 jam. Dia berharap masyarakat memanfaatkan listrik sebaik-baiknya, khususnya untuk anak-anak dapat terbantu belajar dengan adanya penerangan. Selain itu warga juga bisa mendapatkan informasi berita dan sejumlah hal lainnya, seperti menunjang aktivitas perekonomian warga.

“Gunakan listrik seefisien mungkin dan tetap waspada, serta dipantau rumahnya jika ada hal-hal yang patut diwaspadai. Seperti ada korsleting listrik,” katanya mengingatkan.

Apresiasi juga disampaikan kepada perusahaan. Karena berkat bantuan PT CSA yang membantu dengan memotong pohon sawit sekaligus memindahkan pohon, akhirnya bisa melancarkan akses jaringan PLN. Hal itu lebih memudahkan PLN memasang jaringan. Dengan dipasangnya jaringan rendah PLN di desa ini, warga diminta tidak meminta ganti rugi, karena berbeda dengan jaringan tinggi seperti Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet), bisa berharap ganti ruginya.

“Intinya yang penting, di Desa Melan sudah disetrum listrik karena butuh menunggu waktu lama hampir 30 tahunan. Ini pembuktian Pemkab Kutim terus melancarkan akses jaringan listrik di semua kecamatan di Kutim,” tegasnya.

Selanjutnya, ia berterima kasih khusus untuk PLN, pasalnya komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah terus berjalan klop. PLN dengan kewajiban memberikan listrik kepada masyarakat sudah membuat agenda pemasangan jaringan untuk seluruh Kutim. Termasuk hari ini penyalaan formal sudah dinyalakan, padahal sebelumnya listrik di Desa Melan sudah masuk sebulan yang lalu. Ardiansyah bersyukur, tidak ada lagi listrik yang menyala hanya sampai 6 jam atau 12 jam.

“Jadi tidak ada, jam 6 sore nyala, jam 6 pagi habis. Tidak seperti itu lagi, langsung 24 jam,” terangnya.

Momen bersejarah itu turut disaksikan, Kepala DPMDes Kutim Yuriansyah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim Dyah Ratnaningrum, Camat Long Mesangat Rafichin, Kepala Desa Melan Haidir Lemansyah hingga Perwakilan Manajemen PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Fikri Dwi Novari.

Sementara itu, Kepala Desa Melan, Haidir Lemansyah, melaporkan lika-liku impian selama ini dari zaman orde baru sampai reformasi, program listrik akhirnya terwujudkan di tahun 2023 ini.

“Ya mungkin sekitar 30 tahunan kita baru bisa menunggu listrik di desa kami. Alhamdulillah terima kasih kepada PLN sudah bisa menerangi desa kami dan tentunya menambah semangat kehidupan warga untuk beraktivitas meningkatkan perekonomian lebih bergeliat,” jelasnya.

Haidir juga bersyukur dengan ada masuknya Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kaltim berimbas kepada daerahnya walaupun di pelosok pedalaman. Listrik masuk di Desa Melan, menurut pendapatnya juga dipengaruhi kehadiran IKN di Kaltim. Akhirnya ia dan warga Melan bisa bernapas lega karena sudah ada listrik PLN. Dia menyebut warga Melan dengan jumlah KK sebanyak 210 yang ada di 7 RT dengan mayoritas petani mengucapkan terima kasih untuk Pemkab Kutim dan PLN karena sudah mewujudkan listrik terang benderang di Desa Melan, setelah menunggu puluhan tahun dengan menggunakan genset berbahan bakar solar yang memakan biaya tinggi.

Perwakilan Manajemen PLN UP3, Fikri Dwi Novari, menjelaskan, jaringan menengah listrik PLN menyuplai di Desa Melan ada sepanjang 6,3 kilometer KMS sirkuit. Untuk jaringan rendahnya sepanjang 4 kilometer KMS. PLN dalam hal ini sudah membangun 2 gardu trafo. Masing-masing kapasitas gardu berkekuatan 50 KPA dan 100 KPA.

“Untuk total pelanggan di Desa Melan, saat ini sudah ada 69 pelanggan,” terangnya.

Pihaknya sempat terganggu karena adanya permasalahan teknis untuk menyuplai listrik di Desa Melan, namun dengan adanya kegigihan dan komitmen di lapangan, program masuk listrik PLN di Desa Melan lancar dengan dukungan koordinasi Pemkab Kutim, serta Pemerintahan Kecamatan Long Mesangat, Pemerintahan Desa Melan dan dibantu stakeholder.

“Harapan kami setelah adanya listrik di Desa PLN, dapat mengefisiensi pengeluaran rumah tangga biaya tinggi dan konsumsi BBM solar untuk genset,” tambahnya.

Kedua yaitu dapat meningkatkan produktivitas masyarakat serta menggerakan roda perekonomian warga. Tidak lupa, dia mengingatkan sekaligus memohon bantuan warga Melan serta stakeholder untuk menjaga fasilitas keutuhan jaringan PLN ini, sehingga keadaan suplai aman, pemakaiannya juga bisa lebih maksimal. Jika ada keluhan atau pertanyaan warga bisa melapor ke nomor hotline 123. Serta bisa juga di era digitalisasi ini menggunakan aplikasi New PLN Mobile.(Adv/Kominfo/Fj)

Loading