BONTANG – Anggota DPRD Kaltim, Kaharuddin Jafar, meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur untuk merelokasi buaya secara massal.
Menyusul adanya kasus penerkaman oleh buaya kembali terjadi di Kota Bontang, pada Rabu sore (11 Oktober 2023). Seorang bocah laki-laki berinisal J (10) selamat dari maut, lantaran dirinya nyaris menjadi santapan seekor buaya berukuran besar di Kampung Selambai, RT 05, Kelurahan Lok Tuan, Kota Bontang, Provinsi Kaltim yang mengakibatkan 12 jahitan di punggung sebelah kanan, satu jahitan di hidung dan luka di pelipis kiri.
“Kalo bisa seluruh buaya di perairan Bontang direlokasikan saja,” ungkapnya, Kamis (12 Oktober 2023), saat berkunjung ke Bontang.
Diketahui, lebih kurang pukul 16.30 Wita bocah tersebut sedang berenang di bawah kolong rumahnya yang berada di Kampung Selambai merupakan kawasan pemukiman penduduk di pesisir laut di Bontang.
Tanpa sepengetahuan sang anak, tiba-tiba buaya menerkam punggung anak tersebut. Buaya tersebut memiliki panjang sekitar tiga meter. Akibatnya, anak tersebut harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan 12 jahitan di punggung sebelah kanan, satu jahitan di hidung dan luka di pelipis kiri.
Menurut Kaharuddin Jafar, kejadian penerkaman oleh buaya sangat meresahkan masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal di kawasan Bontang, yang sebagian besar merupakan daerah pesisir.
“Jika air pasang, air bisa naik ke rumah mereka yang di Selambai. Dikhawatirkan, buaya tinggal bebas di perairan dan akan naik ke pemukiman penduduk. Takutnya akan kembali menambah deretan kasus penerkaman,” ujarnya.
Wakil Dapil VI Bontang-Kutim-Berau itu meminta pemerintah untuk segera menindaklanjuti masalah yang terjadi. Dirinya juga berpesan agar warga di daerah pesisir lebih waspada.
“Karena keselamatan nyawa warga adalah hal utama yang harus didahulukan,” tandasnya. (adv/DPRDKaltim/do-mun)
![]()

