SAMARINDA – Rencana Wali Kota Samarinda, Andi Harun, untuk mewujudkan moda transportasi skytrain yang menghubungkan pusat kota dengan Bandara APT Pranoto Samarinda, yang informasinya sudah memasuki tahap studi kelayakan alias Feasibility Study (FS) sejak Januari 2023 lalu, mendapat perhatian DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Tanggapan muncul dari, Ananda Emira Moeis. Menurutnya, meskipun sangat mendukung kemajuan dan modernisasi Samarinda dengan adanya proyek sky train ini, kebutuhan dasar warga tetap harus diperhatikan.
“Ke arah kemajuan ini, saya sepenuhnya mendukung langkah untuk menjadikan Samarinda lebih modern dengan hadirnya sky train. Namun, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur dan penyangga Ibu Kota Negara (IKN), perlu juga mengingat pentingnya kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Ananda saat berada di Samarinda, pada hari Rabu (11 Oktober 2023).
Dia menekankan bahwa sebagai pusat regional, Samarinda akan menjadi fokus perhatian bagi pendatang. Oleh karena itu, sementara proyek sky train ini menarik, pendanaan harus tetap diperuntukan untuk kebutuhan dasar, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
“Di balik rencana yang ambisius ini, saya ingin mengingatkan Pemerintah Kota Samarinda agar tidak melupakan aspek-aspek penting seperti pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat. Harus ada prioritas pada sektor-sektor ini, sehingga tidak ada anak yang putus sekolah dan keluarga yang kesulitan untuk mendapatkan perawatan medis,” tambahnya, sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kalimantan Timur.
Ananda menyarankan agar Pemerintah Kota Samarinda fokus pada kondisi generasi muda dan memastikan bahwa anggaran dialokasikan dengan benar untuk pendidikan dan fasilitas kesehatan.
“Saya siap untuk membantu Pemerintah Kota Samarinda dalam mengajukan bantuan anggaran dari pemerintah pusat melalui aspirasi kader PDI-P di DPR RI jika diperlukan,” ungkap Ananda.
Ia menilai bahwa sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda harus memiliki fasilitas dan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan memadai dan sumber daya manusia yang berkualitas tersedia.
Untuk informasi lebih lanjut, Pemerintah Kota Samarinda berencana untuk membangun terminal sky train yang menghubungkan Stadion Madya Sempaja, Bandara APT Pranoto dan Big Mall Samarinda di Jalan Untung Suropati. Rencana lintasan sky train ini memiliki panjang sekitar 14,6 kilometer dari Stadion Madya Sempaja ke Bandara APT Pranoto, yang lebih pendek dibandingkan dengan perjalanan jalan darat sekitar 21 kilometer. Diperkirakan, sky train akan memungkinkan penumpang menuju Bandara APT Pranoto dalam waktu hanya 21 menit. (Adv/JB-Khin)
![]()

